Gelandang Arsenal, Declan Rice, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya gagal meraih trofi Liga Champions 2025-2026.

The Gunners harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) dalam partai final yang berlangsung dramatis.

Pertandingan puncak di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal. Arsenal akhirnya kalah tipis 3-4 melalui adu penalti yang menguras emosi.

Jalannya Pertandingan dan Drama Penalti

Arsenal sempat unggul cepat melalui gol Kai Havertz pada menit ke-5. Namun, PSG menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele di menit ke-64, memaksa laga berlanjut ke babak tos-tosan.

Dalam adu penalti, mayoritas eksekutor PSG sukses menjalankan tugas. Hanya Nuno Mendes yang gagal membobol gawang Arsenal.

Berikut ringkasan hasil final PSG vs Arsenal:

  • Skor waktu normal: 1-1 (Havertz 5' | Dembele 64' pen)
  • Hasil adu penalti: 4-3 untuk kemenangan PSG
  • Eksekutor Arsenal yang gagal: Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes
  • Eksekutor PSG yang gagal: Nuno Mendes

Kegagalan dua pemain Arsenal menjadi penentu hasil akhir. Eze dan Gabriel tidak mampu menaklukkan kiper PSG, Safonov, di momen krusial.

Dukungan Declan Rice untuk Rekan Setim

Declan Rice mengaku sangat sedih melihat rekan-rekannya gagal mengeksekusi penalti di final Liga Champions. Kepada TNT Sports, ia menyebut momen itu sangat menyakitkan bagi tim.

Meski kecewa, Rice menegaskan seluruh tim tetap memberikan dukungan moral kepada Eze dan Gabriel. Baginya, kegagalan di titik putih adalah bagian dari dinamika sepak bola profesional.

Rincian statistik penendang penalti kedua tim:

  • PSG: 4 sukses, 1 gagal (Nuno Mendes), kiper Safonov
  • Arsenal: 3 sukses, 2 gagal (Eze & Gabriel), kiper David Raya

Tabel di atas menunjukkan betapa tipisnya selisih keberhasilan kedua tim. Satu kegagalan tambahan dari Arsenal membuat trofi terbang ke Paris.