PSG menjadi tim pertama pada era Liga Champions yang mampu menjuarai Liga Champions dan liga domestik dalam dua musim beruntun.

>>> Veda Ega Pratama Picu Lonjakan Permintaan Tiket Moto3 Mugello 2026

Sebelumnya, pencapaian serupa hanya diraih Real Madrid pada 1956/1957 dan 1957/1958 serta Ajax pada 1971/1972 dan 1972/1973.

Kiper PSG, Matvey Safonov, tidak mencatat satu pun penyelamatan sepanjang pertandingan, termasuk selama babak adu penalti.

Catatan Arsenal

Arsenal hanya menghabiskan waktu 42 menit 48 detik dalam posisi tertinggal sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim ini.

Angka ini merupakan durasi terendah dibandingkan tim mana pun.

Sejak akhir babak pertama hingga berakhirnya babak tambahan waktu, Arsenal hanya menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,01.

Kai Havertz menjadi pemain kesembilan yang mampu mencetak gol di lebih dari satu final Liga Champions.

Ia juga menjadi pemain ketiga setelah Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic yang mencetak gol final untuk dua klub berbeda, setelah sebelumnya mencetak gol pada final 2021 bersama Chelsea.

Myles Lewis-Skelly menjadi pemain Inggris termuda kedua yang pernah menjadi starter di final Liga Champions pada usia 19 tahun 246 hari.

Rekor termuda masih dipegang Trent Alexander-Arnold yang tampil bersama Liverpool pada final 2018 dalam usia 19 tahun 231 hari.

Arsenal menutup musim tersibuk mereka dalam 46 tahun terakhir setelah memainkan 63 pertandingan di semua kompetisi.

Mereka terakhir kali menjalani musim yang lebih padat pada 1979/1980 dengan total 70 pertandingan.

Arsenal masih berstatus sebagai klub dengan jumlah pertandingan terbanyak di Liga Champions tanpa pernah menjadi juara.

>>> Gubernur Pastikan Stadion Teladan Layak untuk Piala AFF U-19

Final melawan PSG merupakan laga ke-266 mereka di kompetisi tersebut, dan penantian untuk meraih trofi masih berlanjut.