Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat pada Minggu, 31 Mei 2026.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

>>> Aturan Alkohol di Wisata Internasional: Antara Turis dan Kearifan Lokal 2026

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang melanda sejumlah wilayah.

Kondisi ini diproyeksikan mulai terjadi pada pukul 16:17 WIB.

Durasi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berlangsung hingga pukul 18:07 WIB. Area terdampak mencakup wilayah kabupaten di koridor utara dan tengah Jawa Barat.

Wilayah Terdampak

Berdasarkan data resmi BMKG, terdapat empat kabupaten dan kota yang masuk dalam zona peringatan dini sore ini.

Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang menjadi wilayah dengan sebaran kecamatan terdampak paling banyak.

Di Kabupaten Purwakarta, wilayah yang mengalami cuaca ekstrem meliputi Pondoksalam, Purwakarta, Campaka, Jatiluhur, Sukatani, Darangdan, Wanayasa, Pasawahan, Bojong, Bungursari, Cibatu, hingga Kiarapedes.

Sementara itu, wilayah Kabupaten Subang yang tersapu hujan lebat meliputi Sagalaherang, Cisalak, Kalijati, Pabuaran, Purwadadi, Jalancagak, Tanjungsiang, Patokbeusi, Cipeunduey, Serangpanjang, Kasomalang, Dawuan, dan Ciater.

Dua wilayah lain yang juga masuk dalam pemetaan bahaya adalah Jatisari di Kabupaten Karawang serta Cikalongwetan di Kabupaten Bandung Barat.

Kawasan Kota Baru juga dilaporkan mengalami kondisi serupa.

>>> Dumfries Targetkan Belanda Juara Piala Dunia 2026

Metode Nowcasting

Peringatan dini ini dikeluarkan menggunakan metode analisis cuaca cepat atau dikenal sebagai nowcasting. Langkah ini diambil guna meminimalisir dampak kerugian material maupun korban jiwa.

Metode nowcasting memberikan gambaran kondisi cuaca saat ini dan prakiraan cuaca ekstrem jangka pendek untuk periode 0 hingga 6 jam ke depan.