Terkait eksekutor terakhir yang gagal, Arteta menjelaskan penunjukan tersebut sesuai persiapan tim. Gabriel sendiri yang meminta mengambil penalti.

"Gabriel ingin mengambil tendangan penalti terakhir itu. Kami telah berlatih untuk itu," kata Arteta.

Arteta juga mempertanyakan keputusan wasit terkait insiden Noni Madueke yang jatuh setelah bertabrakan dengan Nuno Mendes di kotak penalti pada babak perpanjangan waktu.

Ia menilai Arsenal layak mendapat penalti.

"Itu bisa saja menjadi penalti," kata Arteta.

Pujian Luis Enrique

Pelatih PSG, Luis Enrique, menilai pasukannya pantas menjadi juara. Ia mengapresiasi kerja keras Arsenal yang sempat menyulitkan timnya.

>>> Bahia vs Botafogo: Duel Perebutan Poin di Pekan ke-18 Brasileirao

"Mungkin kedua tim pantas menang, tapi dengan cara kami bermain sepanjang musim, saya rasa kami pantas memenangkan Liga Champions," kata Luis Enrique.

Ia memuji organisasi pertahanan solid Arsenal setelah mereka unggul cepat. Hal itu membuat pertandingan berjalan sangat ketat.

"Pertandingan dimulai dengan cara terbaik bagi Arsenal. Setelah itu, mereka tahu cara bertahan.

Itu sangat sulit. Mereka melakukannya dengan sangat baik," ujarnya.

Sportivitas Marquinhos

Kapten Arsenal, Martin Odegaard, mengaku kagum dengan sportivitas kapten PSG, Marquinhos. Bek Brasil itu langsung menghampiri dan menghibur Gabriel Magalhaes yang menangis di lapangan.

"Dia seorang pria sejati.

Dia mungkin salah satu pemain paling berpengalaman yang masih aktif saat ini," ucap Odegaard dikutip dari Goal English.

Odegaard menambahkan bahwa sikap empati Marquinhos didasari oleh jam terbang tinggi di level tertinggi sepak bola Eropa.

"Dia sudah pernah mengalami kedua sisi final seperti ini, dan dia tahu apa yang sedang kami alami saat ini," tegas Odegaard.