Paris Saint-Germain menundukkan Arsenal lewat adu penalti 4-3 pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Arsenal yang selalu kalah dalam lima laga final kompetisi Eropa sepanjang sejarah klub.

>>> Nova Arianto Pantau Kualitas Pemain Diaspora untuk Piala AFF U-19

Pertandingan harus dilanjutkan ke adu penalti setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga perpanjangan waktu 120 menit.

Arsenal unggul lebih dulu lewat gol Kai Havertz pada awal babak pertama sebelum disamakan penalti Ousmane Dembele untuk PSG.

Dua eksekutor penalti Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal mencetak gol.

Sementara itu, empat penendang PSG berhasil menjalankan tugasnya dan memastikan gelar Liga Champions kedua berturut-turut untuk klub Prancis tersebut.

Kekecewaan Arteta

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan kekecewaan mendalam. Ia mengatakan timnya sudah lama tidak mencapai fase final.

"Kami sudah 22 tahun tidak lolos ke final Liga Champions. Ini kali kedua sepanjang sejarah kami bisa ke sana, dan kami harus mengapresiasi musim ini.

Tapi tidak ada yang bisa menghapus rasa sakit ini," ujar Arteta dikutip BBC Sport.

Arteta juga memberi selamat kepada PSG dan Luis Enrique. Ia menyebut PSG sebagai tim terbaik dunia saat ini.

"Kami telah memenangkan Premier League, tetapi gagal memenangkan yang terbesar. Kalah di final lewat adu penalti… Tak ada yang bisa menghilangkan rasa sakit ini," kata Arteta.

Ia mengapresiasi perjuangan anak asuhnya sepanjang kompetisi. Menurut Arteta, kebersamaan tim musim ini melampaui segalanya.

"Saya telah mengatakan kepada para pemain dan staf bahwa mengucapkan terima kasih sejuta kali pun tidak cukup. Kesenangan dan momen yang kami alami bersama melebihi segalanya," ujarnya.