Gelandang Napoli Kevin De Bruyne secara terbuka menyatakan kelegaannya atas kepergian pelatih Antonio Conte.

Ia merasa frustrasi dengan sistem permainan bertahan yang diterapkan sepanjang musim pertamanya di Liga Italia.

>>> Flamengo Bekuk Coritiba 3-0 di Maracana dan Jaga Jarak Klasemen

Pernyataan itu disampaikan De Bruyne menjelang turnamen Piala Dunia saat berbicara kepada surat kabar Belgia Het Nieuwsblad.

Ia melewati musim perdana yang sulit di Stadion Diego Armando Maradona akibat cedera hamstring berkelanjutan.

Pemain berusia 34 tahun yang bergabung dari Manchester City pada musim panas 2025 tersebut hanya tampil 21 kali di semua kompetisi.

Ia menyumbang lima gol dan empat assist.

Perbedaan Visi Sepak Bola

De Bruyne mengungkapkan bahwa perbedaan visi sepak bola yang mencolok dengan Conte membuatnya tidak bisa tampil maksimal.

"Sebenarnya saya pikir itu cukup bagus di awal, dan bahkan ketika saya kembali, itu di level yang cukup bagus.

Itu sulit bagi saya, tentu saja, karena Conte memiliki visi sepak bola yang sangat berbeda dengan saya; kita tidak perlu bertele-tele soal itu," katanya.

Ketegangan taktis ini dipicu oleh penempatan posisi De Bruyne dalam formasi yang lebih mengutamakan kokohnya lini belakang. "Saya tidak pernah benar-benar bisa bermain di posisi saya.

It is what it is. Saya selalu memberikan yang terbaik.

Saya bermain cukup banyak, bahkan setelah cedera saya, jadi untuk saya, semuanya sebenarnya baik-baik saja," tambahnya.

Kritik terhadap Produktivitas Tim

Mantan pemain Manchester City tersebut juga mengkritik produktivitas tim yang menurun drastis akibat strategi defensif sejak awal musim.

"Kita bermain sangat defensif. Jika Anda mencetak satu gol setiap pertandingan dalam formasi 5-4-1....