Kota Manado, Sulawesi Utara, dilanda banjir yang merendam sejumlah wilayah pada akhir Mei 2026. Luapan air memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 468 unit rumah terendam banjir. Genangan air melanda permukiman di sisi hilir Kota Manado.

>>> Panduan Wisata Karibia 2026: Destinasi Aman dan Populer di Musim Panas

Dampak Banjir Manado

Sebanyak 314 kepala keluarga atau 968 jiwa terdampak langsung banjir ini. Dari jumlah tersebut, 215 kepala keluarga dievakuasi ke tempat aman.

Total warga yang mengungsi mencapai 747 jiwa. Mereka tersebar di beberapa titik pengungsian yang disiapkan pemerintah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan rincian data terdampak. Pihaknya terus memperbarui informasi sesuai perkembangan di lapangan.

Wilayah Terdampak

Banjir merendam lima kelurahan di empat kecamatan.

Kecamatan Wanea meliputi Kelurahan Pakowa, Tikala meliputi Kelurahan Paal IV, Paal Dua meliputi Kelurahan Dendengan Dalam, dan Wenang meliputi Kelurahan Komo serta Kelurahan Ternate Tanjung.

>>> Xiaomi 17T Pro vs Xiaomi 17T: Perbandingan Fitur Unggulan 2026

Distribusi dampak yang merata memerlukan koordinasi penanganan intensif. Pemerintah daerah terus berupaya memulihkan kondisi.

Upaya Penanganan

Pada Jumat sore, genangan air di sejumlah lokasi mulai surut. Sebagian warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa lumpur dan sampah.

BNPB memastikan layanan kebutuhan dasar warga tidak terputus. Masa penanganan darurat masih berlaku untuk memantau potensi banjir susulan.

Petugas gabungan disiagakan untuk memberikan dukungan logistik dan mengelola fasilitas penampungan. Bantuan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan terus disalurkan.

>>> Cara Bayar Apple Music dan iCloud+ Terbaru 2026, Praktis Tanpa Kartu Kredit

Warga diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca. Kewaspadaan dini penting untuk mencegah korban jiwa jika curah hujan kembali tinggi.