Dalam praktiknya, jurnal semacam ini sering menawarkan proses penerbitan yang sangat cepat dengan pengawasan ilmiah yang minim. Mekanisme penelaahan sejawat atau peer-review, yang menjadi fondasi kualitas publikasi akademik, kerap tidak dijalankan secara memadai.

Alasan JLSB Kerap Dikategorikan sebagai Jurnal Predator

JLSB telah lama masuk dalam daftar publikasi yang dipersoalkan oleh sejumlah akademisi. Jurnal tersebut diterbitkan oleh Science-Line, penerbit yang beberapa kali disebut dalam berbagai daftar hitam atau peringatan yang beredar di lingkungan akademik.

Penilaian tersebut muncul karena adanya dugaan bahwa proses peninjauan artikel tidak dilakukan secara kredibel dan penerbit lebih berorientasi pada pemasukan dari biaya publikasi.

Selain itu, jurnal predator umumnya memperlihatkan sejumlah tanda yang mudah dikenali. Mulai dari informasi yang tidak akurat, identitas editor yang meragukan, hingga pencantuman nama akademisi atau pakar tanpa persetujuan.

Viralnya artikel yang mencatut nama Inul Daratista dan Agnes Monica kembali memunculkan peringatan bagi peneliti untuk lebih cermat memeriksa reputasi jurnal sebelum mengirimkan naskah penelitian.