Jurnal Predator Disorot usai Artikel Ilmiah Cantumkan Nama Inul Daratista dan Agnes Monica

Perbincangan mengenai integritas publikasi ilmiah kembali mencuat. Di tengah sorotan terhadap dugaan riset bermasalah yang menyeret sejumlah nama akademisi, kini perhatian publik beralih ke keberadaan jurnal predator setelah beredar artikel ilmiah yang mencantumkan nama Inul Daratista dan Agnes Monica sebagai penulis.

Kasus tersebut ramai dibahas di media sosial pada Sabtu, 30 Mei 2026. Seorang pengguna X mengunggah tangkapan layar artikel yang terbit di Journal of Life Science and Biomedicine (JLSB) dan mempertanyakan keabsahan publikasi tersebut.

Artikel itu berjudul Effect of Methane Emission from Fertilizer Application. Pada bagian penulis tercantum nama Lee Nono, Inul Daratista, dan Agnes Monica.

Unggahan tersebut segera menarik perhatian warganet. Banyak yang menilai pencantuman nama dua figur publik tersebut tidak masuk akal mengingat bidang kajian artikel berkaitan dengan emisi metana dari penggunaan pupuk.

Keraguan semakin menguat setelah alamat korespondensi dalam publikasi itu mencantumkan Institute of Dangdut. Nama institusi tersebut dinilai tidak lazim untuk sebuah penelitian di bidang ilmu hayati dan biomedis.

Di kalangan peneliti dan mahasiswa, JLSB sendiri sudah lama menjadi perbincangan karena kerap dikaitkan dengan praktik jurnal predator. Sejumlah pengguna media sosial bahkan menyebut publikasi tersebut sebagai contoh jurnal yang perlu dihindari oleh perguruan tinggi maupun dosen.

>>> Marc Marquez Pastikan Tampil pada MotoGP Italia Pascaoperasi

Apa Itu Jurnal Predator?

Jurnal predator merupakan publikasi ilmiah yang beroperasi tanpa menjalankan standar etika dan kualitas akademik sebagaimana mestinya. Fokus utamanya bukan pada penyebaran hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan, melainkan memperoleh pemasukan dari biaya publikasi yang dibayarkan penulis.