Tetapi saya menghargai kreativitas orang-orang, terutama anak-anak muda sekarang," tambahnya.

Di sisi lain, Bahlil juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif membuat konten di media sosial.

Menurutnya, kreativitas harus terus didukung selama tetap berada dalam batas yang positif.

"Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi dan media sosial ini penting, namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur," kata Bahlil.

Ia menegaskan bahwa kreativitas tidak boleh mengandung unsur SARA karena berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

"Contohnya jangan sampai masuk ke SARA. SARA tidak boleh, karena itu akan memicu terganggunya soliditas kita sesama anak bangsa.

Jadi kreativitas harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar," lanjutnya.

Sebagai informasi, lagu "MBG" belakangan menjadi fenomena tersendiri di media sosial.

Liriknya yang terdengar nyeleneh, lucu, dan mudah dihafal membuat banyak pengguna internet ikut memakai lagu tersebut dalam berbagai video hiburan.

Tak sedikit warganet yang menganggap lagu itu sebagai salah satu tren viral paling menghibur dalam beberapa pekan terakhir.

>>> Teuku Firmansyah Salat Iduladha di Kanada, Kebagian Kloter Terakhir

Kini, setelah mendapat respons langsung dari Bahlil, rasa penasaran publik terhadap sosok penciptanya pun semakin besar.