Bagas Amar Hakiki Jadi Fotografer Inti Keraton Jogja Sebelum Tewas Saat Kamping
Bagas Amar Hakiki Jadi Fotografer Inti Keraton Jogja Sebelum Tewas Saat Kamping
Kepergian Bagas Amar Hakiki meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Mahasiswa Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada itu diketahui bukan hanya aktif di lingkungan kampus, tetapi juga terlibat dalam tim dokumentasi Keraton Jogja sebagai fotografer lepas.
Bagas ditemukan meninggal dunia bersama ayah, ibu, dan adiknya saat berkemah di kawasan Posong, Kledung, Temanggung. Peristiwa itu terjadi pada Rabu dini hari, 27 Mei 2026.
Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Jogja, Nyi RW Kartiutami Guritno, mengatakan Bagas pertama kali bergabung melalui program magang di Kawedanan Tandha Yekti pada 2024.
Selama menjalani magang, kemampuan fotografi Bagas dinilai menonjol. Setelah masa magangnya selesai, ia kemudian direkrut menjadi bagian dari tim dokumentasi inti sebagai fotografer lepas.
"Bagas ini awalnya peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti tahun 2024. Dari situ kami melihat kemampuan fotografinya sangat baik, sehingga setelah masa magangnya selesai, dia bersama dua rekannya menjadi bagian tim dokumentasi sebagai fotografer lepas," ujar Kartiutami, Kamis (28/5/2026).
Menurut dia, status Bagas memang fotografer lepas. Meski begitu, almarhum tetap masuk dalam tim inti dokumentasi Keraton Jogja.
Kartiutami mengenang Bagas sebagai sosok yang ringan tangan dan mudah diajak bekerja sama. Kehadirannya disebut memberi warna tersendiri di lingkungan kerja.
"Kami kehilangan bukan hanya fotografer terbaik, tetapi juga teman dan adik yang menyenangkan," katanya.
Dari lingkungan kampus, kabar wafatnya Bagas juga dibenarkan Fakultas Ilmu Budaya UGM. Dekan FIB UGM Prof Setiadi menyebut Bagas merupakan mahasiswa Program Studi Sastra Prancis angkatan 2022.
Pihak fakultas mengaku masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait penyebab pasti kejadian tersebut.
"Informasi lengkap mengenai kronologi masih menunggu proses penyelidikan dari kepolisian," ujar Setiadi.
Sebelumnya, Bagas bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal di dalam tenda oleh pengelola area kamping. Polisi telah melakukan autopsi dan menduga keempat korban mengalami keracunan.
Jenazah seluruh korban kemudian dimakamkan di Semarang.
Update Terbaru
10 Serial Netflix Terpopuler Hari Ini, My Royal Nemesis Peringkat 2
Sabtu / 30-05-2026, 23:30 WIB
5 Operasi Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Cek Sebelum Tindakan
Sabtu / 30-05-2026, 22:40 WIB
Emak-Emak Histeris, Konser Jerry Yan Cs "FFOREVER" Guncang Jakarta
Sabtu / 30-05-2026, 22:40 WIB
Kapan Waktu Terbaik Olahraga Jalan Kaki? Cek agar Hasilnya Nampol
Sabtu / 30-05-2026, 22:40 WIB
10 Gejala Diabetes yang Muncul di Kulit, Jangan Anggap Sepele!
Sabtu / 30-05-2026, 22:22 WIB
"Glow of Peace" Hiasi Bundaran HI, Pemprov DKI Sambut Waisak 2570 BE
Sabtu / 30-05-2026, 22:22 WIB
Turis Belanda De Jong Kagumi IKN: Kota Modern di Tengah Hutan
Sabtu / 30-05-2026, 22:22 WIB
CEO KADOKAWA Sebut Terlalu Banyak Perusahaan Anime Bikin Industri Kurang Untung
Sabtu / 30-05-2026, 22:22 WIB
Fullmetal Alchemist: Brotherhood x Bibisama Rayakan 10 Tahun dengan Koleksi Baru
Sabtu / 30-05-2026, 22:22 WIB
Bibisama dan BAKI Luncurkan Koleksi 11 Item untuk Rayakan 10 Tahun
Sabtu / 30-05-2026, 22:21 WIB
RAN Sukses Memukau Panggung Java Jazz Festival 2026
Sabtu / 30-05-2026, 21:56 WIB
Pemeran Asmara Gen Z Gelar Festival Hiburan Interaktif di Cileungsi
Sabtu / 30-05-2026, 21:56 WIB
Wahyu F Giri Rilis Lagu Sumandhing, Angkat Kisah Kesetiaan
Sabtu / 30-05-2026, 21:56 WIB
Rekomendasi Film Mitologi Yunani: Petualangan Epik Para Dewa dan Pahlawan
Sabtu / 30-05-2026, 21:56 WIB






