Jamaah yang dimuliakan Allah, ada beberapa sebab mengapa Al-Qur’an mampu meneguhkan hati ketika manusia berada dalam masa sulit.

>>> Daftar Dominasi Rating dan Sinetron Masih Bertahan per Jumat, 29 Mei 2026 di Tengah Persaingan Platform Streaming

Al-Qur’an Menenangkan Hati

Ketika musibah datang, bagian pertama yang sering goyah adalah hati manusia. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Al-Qur’an bukan hanya bacaan yang dilantunkan, tetapi juga penawar bagi jiwa yang sedang gelisah.

Mengajarkan Cara Pandang terhadap Ujian

Al-Qur’an mengajarkan bahwa setiap ujian memiliki hikmah. Apa yang terlihat berat di mata manusia bisa menjadi jalan penghapus dosa dan penguat iman.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: ‘Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.’ Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah iman dan ketundukan mereka.” (QS. Al-Ahzab: 22).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa orang beriman memandang cobaan dengan keyakinan, bukan dengan keputusasaan.

Kisah Para Nabi Menjadi Penguat

Al-Qur’an juga menghadirkan kisah para nabi dan orang saleh terdahulu sebagai pelajaran bagi umat manusia.

Allah berfirman:

“Dan semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu.” (QS. Hud: 120).

Dari kisah-kisah itu, umat Islam belajar bahwa setiap kesabaran akan berakhir dengan pertolongan Allah. Tidak ada ujian yang berlangsung selamanya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, sungguh rugi jika seseorang hidup di tengah berbagai persoalan tetapi jauh dari Al-Qur’an. Ibarat kapal di tengah ombak besar tanpa arah dan tanpa penuntun.