Gelandang bertahan tim nasional Haiti, Woodensky Pierre, masih menunggu penerbitan visa Amerika Serikat di Port-au-Prince. Ia belum bisa bergabung dengan skuadnya di Florida menjelang Piala Dunia 2026.

Pierre menjadi satu-satunya pemain dari total 26 anggota skuad yang masih tinggal di Haiti.

>>> Barcelona Pertimbangkan Pertahankan Marcus Rashford untuk Musim Depan

Sementara itu, 25 pemain lainnya berkarier di luar negeri, termasuk di liga Prancis, Inggris, Portugal, Kanada, dan Amerika Serikat.

Situasi Keamanan di Haiti

Situasi keamanan di ibu kota Haiti sangat mengkhawatirkan. Sekitar 70 persen wilayah Port-au-Prince dikuasai oleh geng kriminal bersenjata.

Kondisi ini membuat stadion kandang Haiti dinilai terlalu berbahaya. Akibatnya, timnas terpaksa menggelar laga kualifikasi kandang di Curacao.

Keterlambatan visa juga dialami oleh hampir selusin pejabat federasi sepak bola Haiti. Hal ini seiring langkah pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang memperluas pembatasan perjalanan.

Sembari menunggu kejelasan dokumen, Pierre tetap berlatih di lapangan rumput sintetis di kawasan elit Petion-Ville.

Harapan Besar untuk Pierre

Juru bicara federasi sepak bola Haiti, Thecieux Jeanty, menyatakan Pierre terus berlatih dengan harapan tinggi. Ia berharap dapat segera berkumpul kembali dengan rekan satu timnya.

"I hope he doesn't have to live in (Haiti) after the World Cup," ujar Jeanty kepada Associated Press.

"It's an opportunity to present himself to the world and await a contract."

>>> Jadwal Lengkap MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello

Pierre berasal dari Cite Soleil, daerah kumuh di tepi laut yang sering dilanda kekerasan geng dan kelaparan.

Menurut laporan Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB, lebih dari 5.300 orang mengungsi dari daerah tersebut.