Mendes Tegaskan Tak Akan Tutup Alfamart dan Indomaret, Hanya Hentikan Izin Ekspansi Baru

Polemik soal pernyataan Menteri Desa Yandri Susanto terkait Alfamart dan Indomaret kembali ramai dibahas di media sosial. Ucapan Yandri sebelumnya sempat memunculkan anggapan pemerintah akan menutup operasional dua jaringan minimarket tersebut.

Belakangan, Yandri memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang viral. Ia menegaskan tidak ada rencana menutup gerai yang sudah berjalan.

Dalam video yang beredar di media sosial pada 27 Mei 2026, Yandri menjelaskan bahwa yang dimaksud ialah penghentian izin ekspansi gerai baru.

"Seolah-olah saya ingin menutup Indomaret dan Alfamart yang sudah ada, tidak. Yang kita stop itu maka saya pakai bahasa stop. Stop ekspansi yang baru," kata Yandri saat berbicara di atas podium.

Menurut dia, kebijakan tersebut diarahkan untuk memberi ruang bagi pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai daerah.

>>> MUI Sebut Kurban 1.098 Sapi dari APBN yang Disalurkan Presiden Prabowo Tetap Sah

Ia mengatakan koperasi desa perlu diperkuat agar bisa menjadi sumber perputaran ekonomi masyarakat desa sekaligus menambah pendapatan desa.

"Stop izin yang baru, kita muliakan, kita sukseskan koperasi desa merah putih, yang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Keuntungannya nanti terutama untuk desa, sekurang-kurangnya 20 persen total kopdes menjadi pendapatan asli desa," ujarnya.

Pernyataan itu langsung memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah akun menilai ucapan pejabat publik seharusnya disampaikan lebih hati-hati agar tidak memunculkan tafsir berbeda di tengah masyarakat.

Ada pula yang menyoroti dampak dari pernyataan tersebut setelah sebelumnya ramai dikaitkan dengan isu tenaga kerja dan keberlangsungan usaha ritel modern.