Kapten Persib Bandung, Marc Klok, menyebut keberhasilan meraih hattrick juara BRI Super League sebagai warisan abadi.

Pencapaian ini menjadi momen bersejarah bagi dirinya, klub, dan para pendukung setia, bobotoh.

>>> River Plate Imbang Tanpa Gol Kontra Blooming di Copa Sudamericana

Euforia perayaan masih terasa di kalangan bobotoh. Mereka setia menyambut pawai tim pada Rabu (27/5/2026).

Banyak pendukung rela menunggu berjam-jam demi melihat pemain melintas.

Marc Klok mengakui antusiasme sangat tinggi. "Semua orang menunggu momen ini dan tidak mudah untuk kita sampai di titik ini," ujarnya.

Kompetisi musim ini berjalan lebih menantang. Persib harus bersaing ketat dengan Borneo FC hingga pekan terakhir.

"Borneo juga sangat bagus musim ini. Namun, pada menit terakhir, kami sadar target kami," ungkap Klok.

Berbeda dengan dua musim lalu, kali ini perjuangan sangat berat. Ketatnya persaingan menimbulkan tekanan emosional tinggi di internal tim.

"Kami menaruh segalanya. Jika menang, Persib juara, hattrick.

>>> Platense Berjuang ke Babak 16 Besar Copa Libertadores di Markas Corinthians

Namun, jika tidak, kami tidak merencanakan perayaan. Sangat stres sekali," terangnya.

Perayaan berjalan aman tanpa cedera pemain. Meski lelah karena pesta, Klok mengaku senang.

"Kami belum tidur sejak pertandingan. Euforia tinggi, ramai banget, tapi kami menikmatinya," jelasnya.

Bagi Klok, tiga gelar beruntun memiliki makna mendalam. Ini menjadi pembuktian atas kritik yang dihadapinya selama lima tahun di Bandung.

"Buat saya ini adalah legacy, buat klub, juga buat saya sendiri sebagai kapten. Tidak mudah, banyak haters, banyak opini," katanya.

Gelar ini juga menjadi balasan atas dukungan bobotoh. "Ini jawaban saya.

Buat bobotoh yang selalu di belakang saya, legacy ini untuk seluruh hidup saya di Bandung sampai pensiun. Lebih dari pensiun, ini sampai mati.

>>> Travis Kelce Resmi Jadi Pemilik Saham Minoritas Cleveland Guardians

Saya bangga sekali," pungkas Klok.