Produk tersebut dijadwalkan mulai tersedia bagi penumpang pada bulan Juni hingga Juli 2026 mendatang.

Chief Commercial Officer US Soccer David Wright menyebutnya sebagai cara kreatif untuk merayakan musim panas sepak bola.

Sementara itu, persiapan Piala Dunia 2026 di Los Angeles diwarnai situasi kompleks akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Tim nasional pria Iran dijadwalkan tetap bertanding di Los Angeles, kawasan dengan populasi diaspora Iran terbesar di luar negeri.

>>> Negara Peserta Matangkan Persiapan Menjelang Piala Dunia FIFA 2026

Partisipasi tim Iran sempat dipertanyakan sejak kampanye pengeboman oleh AS dan Israel dimulai pada akhir Februari.

FIFA mengonfirmasi lokasi latihan tim Iran telah dipindahkan dari Tucson, Arizona, menuju fasilitas di Tijuana, Meksiko.

Laga perdana Iran melawan Selandia Baru pada 15 Juni di Stadion SoFi.

Sosiolog dari UCLA Kevan Harris menyoroti kompleksitas perasaan warga menyikapi pertandingan di tengah perang.

Menurutnya, olahraga seharusnya menggantikan perang, bukan menjadi perang.

Wilayah Los Angeles County menjadi rumah bagi sekitar 166.000 warga Amerika keturunan Iran.

Gelombang protes terhadap pemerintah Iran pada Desember dan Januari lalu sempat memicu aksi unjuk rasa di Los Angeles.

Di Woodland Hills, kelompok diaspora Iran dalam klub sepak bola amatir Arya FC mengungkapkan pandangan mereka.

Sebagian besar pemain menyatakan tetap bersemangat mendukung tim nasional yang dijuluki Team Melli.

Pemain Bobby Riahi mengaku memiliki perasaan campur aduk tahun ini.

Pemain lain Mehran Janani menyebut adanya perpecahan pandangan di kalangan diaspora terkait kehadiran tim Iran di AS akibat faktor politik.

Manajer tim Arya FC Nader Adeli berharap tensi politik dapat dikesampingkan selama Piala Dunia berlangsung dari Juni hingga Juli.

Ia berharap warga Amerika dapat melihat sisi lain dari rakyat Iran.

Kontroversi politik melibatkan timnas Iran juga terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar, bersamaan dengan protes massal atas kematian Mahsa Amini.

Profesor Niki Akhavan menyebut ada tekanan untuk memboikot tim Iran karena dianggap mewakili Republik Islam.

Pada Piala Dunia 2022, Iran kalah 1-0 dari Amerika Serikat.

>>> Manchester United Bidik Tonali dan Ederson untuk Lini Tengah

Pertemuan bersejarah sebelumnya terjadi pada Piala Dunia 1998 di Prancis yang dimenangkan Iran 2-1.