Porsche Siap PHK dan Kurangi Produksi demi Selamatkan Margin

Porsche bersiap melakukan langkah drastis dengan memangkas jumlah produksi dan tenaga kerja demi memperbaiki margin keuntungan yang terus merosot.
CEO baru Michael Leiters dilaporkan mendorong restrukturisasi besar-besaran, termasuk pengurangan target produksi tahunan dari 350.000-400.000 unit menjadi sekitar 200.000 unit.
>>> PT Mobil Anak Bangsa Rakit Mobil Listrik Mikro Solarky Sun V Berpanel Surya
Langkah ini diambil setelah penjualan Porsche turun signifikan di Amerika Serikat dan China, yang menyebabkan margin laba perusahaan anjlok ke angka hanya di atas 1 persen tahun lalu.
PHK dan Perampingan Organisasi
Leiters tengah bernegosiasi dengan dewan pekerja Jerman untuk memangkas biaya, yang berarti akan ada pengurangan jumlah karyawan.
Pusat pengembangan Porsche di Weissach yang mempekerjakan sekitar 5.200 orang disebut menjadi salah satu area yang paling terdampak, dengan seperempat posisi terancam.
Selain itu, divisi Car-IT telah dibubarkan, mengurangi jumlah divisi dari delapan menjadi tujuh. Dewan eksekutif juga mungkin dipangkas dari tujuh menjadi enam anggota.
>>> Hati-hati, Meniru Adegan Mobil di Film Action Bisa Rusak Transmisi
Kepala penjualan Matthias Becker, yang dinilai bertanggung jawab atas penurunan penjualan di China, juga terancam kehilangan jabatannya. Ia diketahui tidak hadir dalam Beijing Auto Show baru-baru ini.
Penurunan Penjualan Berkelanjutan
Tahun lalu, Porsche hanya menjual sekitar 280.000 kendaraan, turun lebih dari 30.000 unit dibanding tahun sebelumnya.
Tren negatif berlanjut pada kuartal pertama tahun ini dengan penurunan 15 persen.
Untuk mengatasi kelebihan kapasitas produksi, Porsche juga berencana menggabungkan divisi produksi dan pengadaan.
>>> Piaggio Indonesia Luncurkan Vespa GTS Super Tech 250 dan Edisi Terbatas 80 Tahun
Perusahaan menargetkan margin operasional antara 10 hingga 15 persen pada akhir dekade ini, seiring dengan upaya efisiensi yang agresif.
Update Terbaru
Wataru Endo Siap Pimpin Jepang Hancurkan Dominasi Elite di Piala Dunia 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:44 WIB
Redmi 13C: Harga Mulai Rp1,1 Jutaan dengan Layar 90Hz dan Baterai 5.000 mAh
Kamis / 28-05-2026, 01:44 WIB
Jennie Blackpink Pukau Publik di Chanel Metiers d'Art 2026 Seoul
Kamis / 28-05-2026, 01:44 WIB
Pemkab Sumedang Anjurkan Pengemasan Daging Kurban Tanpa Plastik Sekali Pakai
Kamis / 28-05-2026, 01:44 WIB
Mikel Arteta Dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Liga Inggris 2025/2026
Kamis / 28-05-2026, 01:44 WIB
Ayu Ting Ting Tampil Anggun dengan Busana Kuning Lembut saat Idul Adha
Kamis / 28-05-2026, 01:44 WIB
Java Jazz Festival 2026 Hadirkan Jon Batiste dan Daniel Caesar di PIK 2
Kamis / 28-05-2026, 01:43 WIB
BPD HIPMI Jaya Ajak Kader Perkuat Soliditas Jelang Munas
Kamis / 28-05-2026, 01:43 WIB
Indomobil Emotor Internasional Gelar Diskusi Pengguna Motor Listrik di Bandung
Kamis / 28-05-2026, 01:43 WIB
Kemenhaj Larang Jemaah Haji Indonesia Lontar Jumrah Siang Hari
Kamis / 28-05-2026, 01:43 WIB
Starvision Rilis Sekawan Limo 2 di Bioskop Indonesia 27 Mei 2026
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
Polisi Tahan Kim Se Ui Terkait Pencemaran Nama Baik Kim Soo Hyun
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
Pemkot Yogyakarta Pastikan Kelayakan Sapi Kurban Bantuan Presiden
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB
MSCI Coret Saham BSDE dari Small Cap Index, Harga Tertekan
Kamis / 28-05-2026, 01:39 WIB






