Synology resmi meluncurkan perangkat penyimpanan data all-flash NVMe PAS7700 di Indonesia. Sistem ini dirancang untuk mengatasi risiko gangguan akibat lonjakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan analisis big data.

Infrastruktur baru ini mengusung arsitektur aktif-aktif yang memenuhi standar kebutuhan korporasi berskala besar. Lonjakan beban data masif meningkatkan risiko downtime yang dapat mengancam stabilitas operasional dan finansial perusahaan.

>>> iNova Pharmaceuticals Edukasi Perawatan Area Kewanitaan Saat Red Days

Sektor bisnis modern yang mengandalkan pemrosesan data real-time memerlukan jaminan ketersediaan sistem 24 jam. PAS7700 hadir untuk menopang beban kerja kritikal, termasuk operasional pusat data performa tinggi.

Peningkatan beban kerja pusat data di dalam negeri dipicu oleh adopsi AI dan otomatisasi sistem.

"Dalam era bisnis yang semakin bergantung pada data, lambatnya akses data atau gangguan sistem dapat menghambat laju pertumbuhan bisnis," ujar Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology.

Perangkat ini mengintegrasikan teknologi deduplikasi data yang mengurangi konsumsi ruang penyimpanan secara signifikan. Fitur ini juga memperpanjang usia pakai sistem demi efisiensi biaya.

Tersedia pula fitur tiering otomatis untuk memindahkan data lama yang jarang diakses ke penyimpanan sekunder berbiaya rendah.

>>> BRI Life Raih Tiga Penghargaan Digital Brand Awards 2026

Sistem ini dilengkapi keamanan tinggi seperti failover otomatis, proteksi RAID triple-parity, dan perlindungan synchronized in-memory write protection.

Arsitektur dual-controller aktif-aktif memastikan operasional tetap berjalan meski salah satu komponen mengalami gangguan. Berikut spesifikasi teknis Synology PAS7700:

Spesifikasi Utama Synology PAS7700

  • Arsitektur: Dual-controller Aktif-Aktif
  • Performa Maksimal: Hingga 2 juta IOPS
  • Throughput: Hingga 30 GB per detik
  • Latensi: Di bawah 1 milidetik
  • Kapasitas Maksimal: 1,65 Petabyte (melalui 7 unit ekspansi)
  • Memori: Hingga 2.048 GB
  • Konektivitas Jaringan: 100GbE berkecepatan tinggi

Sistem penyimpanan enterprise ini dikembangkan berdasarkan pengalaman Synology selama lebih dari 25 tahun di industri teknologi informasi. Sebelum dipasarkan, perangkat telah melewati validasi lapangan ketat.

"Dalam era bisnis yang semakin bergantung pada data, lambatnya akses data atau gangguan sistem dapat menghambat laju pertumbuhan bisnis," jelas Executive Vice President Synology NAS Group, Bie-i Chu.

>>> Hukum Makan Sebelum Shalat Iduladha, Berbeda dengan Idul Fitri

Pengujian melalui program proof-of-concept berjalan selama satu tahun penuh untuk memastikan kesiapan perangkat mendukung dinamika bisnis modern di Indonesia.