Sebuah kartu rookie langka milik senter San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, terjual dalam kesepakatan privat senilai 5,11 juta dolar AS atau sekitar Rp82 miliar.

Transaksi yang terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026 ini menjadi yang termahal dalam sejarah untuk kartu NBA tanpa tanda tangan.

>>> Michael Olise Picu Kontroversi Usai Abaikan Ronaldo dan Tak Tahu Pemain Terbaik Brasil

Kartu rilisan Panini Prizm musim 2023-24 edisi Black parallel "one-of-one" ini memiliki kelas penilaian Gem-Mint PSA 10.

Fanatics Collect menjadi pihak yang menjembatani transaksi tersebut.

Berdasarkan basis data Card Ladder, penjualan ini menempati peringkat keempat dalam daftar penjualan kartu NBA tertinggi sepanjang sejarah.

Nilai transaksi ini melampaui rekor sebelumnya untuk kartu Wembanyama, yakni 860.100 dolar AS yang dibayarkan untuk kartu Panini Prizm Nebula Choice bergradasi PSA 9 pada Februari 2025.

Performa Impresif di Playoff

Kenaikan harga ini terjadi di tengah performa impresif Wembanyama sepanjang babak playoff NBA.

Pebasket asal Prancis setinggi 7 kaki 4 inci ini meraih penghargaan NBA Defensive Player of the Year secara aklamasi dan finis di posisi ketiga dalam pemungutan suara MVP musim reguler.

Ia mencatatkan rata-rata 25,0 poin, 11,5 rebound, dan 3,1 asis dalam 64 pertandingan musim reguler.

Pada fase playoff, statistiknya mencapai 22,4 poin, 11,7 rebound, dan 3,8 blok per gim, termasuk performa dominan 41 poin dan 24 rebound pada gim pertama melawan Oklahoma City Thunder.

Motif Pembeli Misterius

Pembeli kartu yang memilih menyembunyikan identitasnya demi alasan keamanan pribadi mengungkapkan motif di balik pembelian fantastis tersebut.

Ia membandingkan potensi Wembanyama dengan bintang muda lainnya seperti Cooper Flagg atau Zion Williamson.