Gerindra Sebut Bantuan Sapi Kurban Presiden Sudah Ada sejak Era SBY dan Jokowi

Partai Gerindra menanggapi sorotan publik terkait penggunaan anggaran negara untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Program tersebut disebut bukan kebijakan baru karena sudah berlangsung pada masa pemerintahan sebelumnya.

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong mengatakan bantuan sapi kurban presiden telah dijalankan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo.

“Di era Presiden sebelumnya juga ada bantuan sapi kurban Presiden yang disalurkan ke berbagai daerah melalui mekanisme negara dan difasilitasi Sekretariat Presiden,” ujar Bahtra dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, bantuan itu masuk dalam skema Bantuan Kemasyarakatan Presiden atau Banmaspres yang pembiayaannya telah dialokasikan melalui APBN.

Bahtra menepis anggapan bahwa pengadaan sapi kurban tersebut melanggar aturan. Ia menegaskan program itu dijalankan menggunakan mekanisme resmi pengelolaan keuangan negara melalui Kementerian Sekretariat Negara.

“Ini adalah program bantuan kemasyarakatan negara yang memang dianggarkan secara resmi melalui APBN untuk membantu masyarakat di berbagai daerah. Tidak ada aturan yang dilanggar di situ,” katanya.

>>> Honda City Facelift 2026 Resmi Meluncur, Tampilan Makin Sporty dan Hybrid Jadi Andalan

Ia juga menyebut bantuan presiden sejak lama tidak hanya berupa sapi kurban. Dalam berbagai periode pemerintahan, bantuan sosial lain seperti sembako, rumah layak huni, bantuan pendidikan, kesehatan hingga bantuan korban bencana juga disalurkan lewat program serupa.

Gerindra menilai negara tetap perlu hadir pada momentum Iduladha, terutama untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Jangan dibangun opini seolah negara tidak boleh hadir membantu rakyat. Justru melalui program seperti ini, negara memastikan manfaat Iduladha dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ucap Bahtra.

Pada Iduladha tahun ini, Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban. Sebanyak 598 ekor dikirim ke 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Sementara 500 ekor lainnya diberikan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, tokoh agama, hingga kelompok masyarakat.

Sapi yang disalurkan berasal dari peternak dalam negeri dengan sejumlah jenis unggulan seperti Simmental, Limousin, Angus dan Belgian Blue. Bobotnya berkisar antara 800 kilogram hingga 1,3 ton.

Pengadaan sapi kurban tersebut disebut menelan anggaran sekitar Rp100 miliar melalui pos bantuan presiden untuk kemasyarakatan.

Bahtra mengatakan pembelian sapi dari peternak lokal juga ikut mendorong perputaran ekonomi peternakan di daerah.