BPS Catat Konsumsi Pemerintah Tumbuh Signifikan 21,81 Persen pada Triwulan I-2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan konsumsi pemerintah tumbuh signifikan sebesar 21,81 persen pada triwulan I-2026.
Angka tersebut diumumkan di Jakarta pada Selasa (26/5/2026).
>>> Indodana Finance Raih Penghargaan Digital Brand Sembari Perkuat Keamanan Sistem
Lonjakan ini dipicu oleh percepatan realisasi belanja negara sejak awal tahun dan penyaluran stimulus fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat.
Performa ini memperbaiki catatan triwulan I-2025 yang sempat terkontraksi 1,22 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa pertumbuhan tinggi juga dipengaruhi efek basis rendah dari tahun sebelumnya.
Secara nominal, realisasi pengeluaran negara sepanjang triwulan pertama tahun ini mencapai Rp815 triliun, melonjak 31,4 persen secara tahunan.
Akselerasi penyerapan anggaran didorong komitmen pemerintah menghadirkan stimulus ekonomi lebih awal, terutama menjelang Idulfitri.
"Realisasi belanja anggaran pemerintah di era Presiden Prabowo ini mendorong stimulus pemerintah sehingga di triwulan I-2026 pengeluaran pemerintahnya menjadi jauh lebih besar dibandingkan triwulan sebelumnya," ujar Amalia.
Pemerintah menerapkan dua stimulus utama: pemberian insentif mobilitas masyarakat dan percepatan anggaran untuk menciptakan efek pengganda ekonomi.
>>> Tokopedia Luncurkan TokoClinic untuk Konsultasi dan Resep Obat Digital
Kenaikan konsumsi pemerintah juga ditopang oleh pertumbuhan belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-14 atau tunjangan hari raya, perekrutan ASN baru, dan belanja barang jasa.
"Kami lihat ada realisasi belanja barang dan jasa yang lebih cepat. Dalam konsumsi pemerintah ini, ini adalah belanja pegawai dan belanja barang dan jasa," tutur Amalia.
Belanja pemerintah pusat menyerap dana Rp610,3 triliun atau 19,4 persen dari pagu APBN, naik 47,7 persen secara tahunan.
Sementara itu, pos transfer ke daerah terealisasi Rp204,8 triliun atau 29,5 persen dari pagu, meski terkontraksi 1,1 persen dibandingkan tahun lalu.
Realisasi belanja barang hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp111,1 triliun, melonjak 114,6 persen, terutama disokong program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp54,4 triliun.
Alokasi lainnya meliputi dana BOS Rp4,8 triliun, insentif biodiesel Rp4,2 triliun, pelayanan kesehatan UPT Rp2 triliun, dan stabilisasi pangan Rp900 miliar.
Menjelang Idulfitri 2026, pemerintah menyediakan anggaran diskon tarif transportasi senilai Rp911,16 miliar.
>>> Proyek Panas Bumi Jawa Barat Dukung Target Net Zero Emission 2060
Bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan disiapkan untuk 35,04 juta keluarga penerima manfaat dengan perkiraan kebutuhan anggaran Rp11,92 triliun.
Update Terbaru
Sinopsis dan 8 Biodata Pemain Sinetron Tobat Jatuh Cinta: Comeback Manis Gisella Anastasia yang Sukses Mengaduk Emosi!
Sabtu / 11-07-2026, 11:45 WIB
Caleb Wilson Debut untuk Chicago Bulls Hadapi Memphis Grizzlies
Sabtu / 11-07-2026, 11:42 WIB
Dee Valladares Menangkan Head of Household Pertama Big Brother Season 28
Sabtu / 11-07-2026, 11:42 WIB
Dodgers Hadapi Diamondbacks di Seri Terakhir Sebelum All-Star
Sabtu / 11-07-2026, 11:42 WIB
Love Island USA Episode 32: Keluarga Beri Penilaian pada Kontestan
Sabtu / 11-07-2026, 11:42 WIB
Skandal Surat Dinas Dody Hanggodo Berujung Isu Mutasi: Sekjen PU Apri Artoto Bakal Diterbangkan ke Papua?
Sabtu / 11-07-2026, 11:42 WIB
Celtics Minta Hugo Gonzalez Jadi Pemimpin di Summer League
Sabtu / 11-07-2026, 11:40 WIB
Motorola Ungkap Spesifikasi Edge 70 Max: Chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 7100 mAh
Sabtu / 11-07-2026, 11:40 WIB
Komentator NBA Dipecat Usai Skandal Selingkuh dengan Kakak Pemain
Sabtu / 11-07-2026, 11:40 WIB
LG Hadirkan Seluruh Produk Berbasis AI di Jawa Timur, Target Pasar Elektronik
Sabtu / 11-07-2026, 11:35 WIB
Samsung Galaxy A07 vs Infinix Hot 70: Duel HP Entry-Level 2026, Mana yang Paling Worth It?
Sabtu / 11-07-2026, 11:34 WIB
KEK Industropolis Batang Manfaatkan INNOPROM 2026 untuk Perluas Peluang Investasi Global
Sabtu / 11-07-2026, 11:31 WIB







