Sebanyak 80 persen dari 800 perusahaan di Inggris dilaporkan mengalami atau berpotensi menghadapi dampak ekonomi yang signifikan akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Dampak tersebut mayoritas dipicu oleh lonjakan harga energi global serta membengkaknya biaya pengiriman logistik internasional.

>>> Ry Hyori Raih Beasiswa Pelatihan Idol K-Pop di SM Universe Singapura

Data diperoleh melalui penelitian daring yang melibatkan ratusan pelaku usaha selama bulan April. Sektor industri manufaktur tercatat menjadi bidang usaha yang paling rentan.

Sebanyak 68 persen perusahaan di sektor itu mengaku telah merasakan imbas negatif secara langsung. Sementara 23 persen lainnya memperkirakan akan segera terdampak.

Kamar Dagang Inggris memaparkan rincian mengenai proyeksi beban operasional yang harus ditanggung para pelaku usaha.

"Empat dari lima perusahaan atau 80% melaporkan adanya dampak yang sudah dirasakan atau diperkirakan akan muncul akibat konflik Iran," kata Kamar Dagang Inggris.

Kondisi ini diperparah oleh tekanan inflasi dari sektor utilitas yang mengancam stabilitas keuangan jangka panjang perusahaan-perusahaan di Inggris.

"Kenaikan harga energi dan biaya pengiriman menjadi dampak langsung yang paling sering disebut oleh perusahaan yang disurvei.

Lebih dari 800 perusahaan berpartisipasi dalam penelitian daring selama April," kata organisasi tersebut.

>>> 5 Film Paling Ditunggu Pertengahan 2026: Colony hingga Spider-Man

Proyeksi Kenaikan Biaya

Ketegangan di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan pengusaha mengenai lonjakan tagihan operasional dalam jangka waktu satu tahun ke depan.

Menurut penelitian tersebut, tiga perempat perusahaan atau 75% memperkirakan kenaikan tagihan energi dalam satu tahun ke depan akibat konflik tersebut.

Sebanyak 43% perusahaan yang merespons menyatakan memperkirakan biaya energi mereka akan meningkat lebih dari 20% dalam 12 bulan mendatang.

Tekanan ekonomi ini tercatat terus memburuk jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah bisnis yang mulai kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran listrik bulanan mereka.

Studi tersebut juga mendapati bahwa jumlah perusahaan yang melaporkan kesulitan membayar tagihan listrik meningkat 9 poin persentase sejak awal tahun, mencapai 36%.

Serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk kawasan Teheran, sebelumnya telah terjadi pada 28 Februari 2026.

>>> Fuji Tolak Mediasi, Mantan Admin Jadi Tersangka Penggelapan Dana Rp 1 Miliar

Hal itu memicu lonjakan harga gas alam di Eropa sebesar 6,6 persen hingga mencapai hampir 55 euro per MWh.