Kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri semakin menjadi perhatian dalam penentuan pendidikan tinggi.

Di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat, banyak orang tua kini tidak lagi hanya mempertimbangkan kualitas akademik sebuah kampus.

>>> DPR Masukkan Sanksi Keterwakilan Perempuan ke Revisi UU Pemilu

Mereka juga melihat sejauh mana perguruan tinggi mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional setelah lulus.

Perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi dinilai membuat kesiapan karier menjadi salah satu faktor utama dalam memilih perguruan tinggi.

Pendidikan tinggi kini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membantu generasi muda memiliki keterampilan yang relevan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dunia kerja.

Tantangan tersebut tercermin dalam survei global ManpowerGroup yang menunjukkan sebanyak 77% perusahaan masih kesulitan menemukan talenta dengan keterampilan yang sesuai.

Sementara itu, laporan World Economic Forum memprediksi sekitar 22% pekerjaan global akan mengalami perubahan sebelum tahun 2030.

Kondisi tersebut dinilai menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Pernyataan Rektor Binus University

Rektor Binus University, Nelly, mengatakan pendidikan tinggi saat ini perlu mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Pendidikan tinggi saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak.

Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global,” ujarnya.

Menurut dia, mahasiswa juga perlu memperoleh kesempatan untuk memperluas kompetensi, mendapatkan exposure global, dan memiliki pengalaman profesional sejak dini agar lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja.