Ia juga pernah memimpin Investrade Group sebagai President Director serta menjadi Managing Director Setdco Group.

Di bidang penerbitan, Abdillah termasuk salah satu pendiri Kelompok Penerbit Mizan dan sempat menjabat Komisaris Utama.

Selain itu, ia mendirikan Baraka Group yang bergerak di sektor properti, perdagangan, dan konsultan manajemen.

>>> Abdillah Toha Assegaf Sakit Apa? Benarkah Akibat Serangan Jantung? Berikut Kronologi Kematian Pendiri PAN di Usia 84 Tahun

Aktif di Organisasi dan Politik

Kegiatan organisasinya dimulai sejak masa mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dalam perjalanan berikutnya, Abdillah terlibat di sejumlah organisasi seperti Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Ikatan Financial Executive Indonesia (IFEI), hingga Australia Indonesia Association.

Ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri Yayasan Paramadina bersama sejumlah tokoh intelektual lainnya.

Saat gelombang Reformasi 1998 bergulir, Abdillah ikut terlibat dalam pendirian PAN bersama Amien Rais. Di partai tersebut, ia pernah menjabat Ketua DPP PAN dan menjadi anggota Majelis Penasihat Partai.

Karier politiknya berlanjut di DPR RI periode 2004-2009. Selama di parlemen, ia duduk di Komisi I dan sempat dipercaya sebagai Ketua Fraksi PAN.

Abdillah juga pernah memimpin Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI. Di tingkat internasional, ia menjabat Vice President Executive Committee Inter-Parliamentary Union (IPU) yang bermarkas di Jenewa, Swiss.

Dukungan Politik pada Pilpres 2019

Pada Pemilihan Presiden 2019, Abdillah Toha mengambil sikap berbeda dari sebagian elite PAN saat itu.

Ia menyatakan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Dalam periode yang sama, Abdillah juga mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dukungan tersebut diberikan setelah ia mengamati rekam jejak dan latar belakang para kader muda yang ada di partai tersebut.