Prabowo Terbang Lagi ke Prancis, Agenda Pertemuan dengan Macron Disorot

Presiden Prabowo Subianto kembali bertolak ke Prancis untuk menjalani kunjungan kerja dan bertemu Presiden Emmanuel Macron. Keberangkatan kepala negara dilakukan pada Senin malam, 25 Mei 2026.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan agenda Presiden di Prancis juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Karena itu, pelaksanaan salat Idul Adha akan menyesuaikan jadwal selama berada di negara tersebut.

“Pak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya, ke Prancis. Jadi tentu akan menyesuaikan karena pas hari Rabu masih ada di sana,” kata Juri di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

Meski begitu, pemerintah belum mengungkap detail pembahasan antara Prabowo dan Macron dalam lawatan kali ini. Penjelasan lebih lanjut disebut akan disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono.

“Nanti Pak Menlu yang akan menjelaskan,” ujar Juri.

>>> Profil Meriska Bunga Sosok yang Terduga Penyebar Fitnah Terhadap Olivia Allan Istri Denny Sumargo Sebagai Buzzer Pemerintah: Umur, Agama dan IG

Kunjungan tersebut menjadi pertemuan lanjutan setelah Prabowo lebih dulu menemui Macron di Prancis pada April 2026. Dalam agenda sebelumnya, kedua negara membicarakan penguatan kerja sama strategis, terutama di sektor pertahanan.

Pemerintah Indonesia saat itu menyoroti pentingnya pengembangan teknologi alat utama sistem persenjataan atau alutsista. Kerja sama tidak hanya diarahkan pada pembelian peralatan militer, tetapi juga transfer teknologi.

Menurut Sugiono dalam penjelasan tertulis beberapa waktu lalu, pembahasan mencakup peluang kolaborasi pendidikan di bidang STEM untuk mendukung penguasaan teknologi pertahanan.

“Kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli,” kata Sugiono.

Selain sektor pertahanan, komunikasi Indonesia dan Prancis juga menyentuh isu energi hingga pemanfaatan mineral kritis. Sejumlah bidang lain ikut dibahas, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, infrastruktur, sampai transportasi.

Sugiono sebelumnya juga telah memberi sinyal mengenai rencana kunjungan lanjutan Prabowo ke Prancis dalam waktu dekat. Hubungan pribadi yang dinilai dekat antara Prabowo dan Macron disebut menjadi modal penting untuk mempercepat kerja sama kedua negara.

“Hubungan pribadi antar kedua Presiden merupakan sesuatu yang sangat dekat, yang akan merupakan sebuah modal besar dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis,” ujar Sugiono.