Selain puasa, amalan yang banyak dilakukan pada hari tersebut antara lain membaca Al-Qur’an, memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, istighfar, serta memperbanyak shalawat.

Momentum ini juga sering dipakai untuk memperbanyak taubat. Banyak muslim memanfaatkan Hari Arafah untuk memperbaiki hubungan dengan Allah melalui doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh.

Doa Hari Arafah Mulai Dibaca Jam Berapa?

Secara umum, doa Hari Arafah dapat dibaca sejak masuk tanggal 9 Zulhijah hingga menjelang Maghrib.

Namun, banyak ulama menyebut waktu paling utama memperbanyak doa dimulai setelah Zuhur sampai matahari terbenam. Waktu tersebut mengikuti pelaksanaan wukuf jamaah haji di Padang Arafah.

Meski demikian, tidak ada batasan khusus untuk berdoa. Umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak zikir dan doa sepanjang hari.

Doa yang Dianjurkan Dibaca Saat Hari Arafah

Salah satu bacaan yang paling dianjurkan pada Hari Arafah ialah:

“Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Doa tersebut dianjurkan dibaca berulang kali sepanjang Hari Arafah. Selain itu, umat Islam juga dapat memanjatkan doa sesuai kebutuhan masing-masing.

Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Arafah

  • Menjalankan puasa Arafah bagi yang tidak berhaji
  • Memperbanyak zikir dan istighfar
  • Membaca Al-Qur’an
  • Memperbanyak shalawat
  • Bersedekah
  • Memohon ampun dan memperbanyak taubat

Dalam berdoa, umat Islam juga dianjurkan menjaga adab, seperti berdoa dengan hati tulus, penuh keyakinan, dan tidak tergesa-gesa. Sikap khusyuk saat bermunajat menjadi salah satu bentuk kesungguhan seorang hamba ketika memohon kepada Allah SWT.