Karena itu, ibadah haji tidak boleh berhenti pada rangkaian ritual semata. Nilai-nilai yang dipelajari selama di Tanah Suci harus dibawa pulang ke rumah, lingkungan kerja, dan kehidupan sehari-hari.

Bagi yang belum mendapat kesempatan berhaji, jangan berkecil hati. Pintu amal saleh tetap terbuka luas. Menjaga kejujuran, membantu orang lain, memuliakan orang tua, serta memperbaiki ibadah juga menjadi jalan meraih ridha Allah Swt.

Menjelang Idul Adha ini, mari kita memperbanyak istighfar, sedekah, dan amal kebaikan. Semoga Allah memberi kesempatan kepada kita semua untuk menjadi tamu-Nya di Baitullah dan dikaruniai haji yang mabrur.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, kembali khatib mengingatkan diri pribadi dan jamaah sekalian agar terus menjaga ketakwaan kepada Allah Swt. Dunia yang kita jalani hari ini hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tujuan akhirnya.

Mari kita doakan para jamaah haji agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menunaikan seluruh rangkaian ibadah. Semoga mereka kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji mabrur.

Bagi kita yang belum berhaji, semoga Allah melapangkan rezeki dan memberi kesempatan untuk memenuhi panggilan-Nya ke Baitullah.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ