Karoseri Laksana asal Ungaran berkolaborasi dengan Hyundai untuk membangun bus listrik resmi bagi klub sepak bola Persija Jakarta.

Kendaraan ini mencatat sejarah sebagai bus listrik pertama untuk klub sepak bola profesional di Indonesia.

>>> BYD Rilis SUV Premium Denza B8 2026 di Malaysia Mulai Rp 2 Miliar

Bus berukuran 12 meter ini menggunakan bodi Legacy SR3 dan sasis Hyundai. Estimasi biaya pembangunannya mencapai miliaran rupiah.

"Kalau bus listrik itu biasanya yang 12 meter di harga kisaran Rp 4M [miliar] lebih ya, tergantung spek-nya," ujar Stefan Arman, Technical Director Karoseri Laksana.

Komponen baterai ditempatkan di atap kabin, berbeda dengan bus konvensional. Penempatan ini memerlukan penyesuaian dan penguatan struktur demi keselamatan.

"Ya, harus didesain ya. Makanya kalau nanti bisa dilihat di dalamnya kita ada tambahan struktur," kata Stefan Arman.

Penambahan struktur penguat berdampak pada tata letak interior. Beberapa baris kursi yang biasanya konfigurasi 2-2 disesuaikan menjadi 1-1.

"Iya, ada penguatnya. Kenapa nanti bisa dilihat layout seat-nya memang ada sedikit penyesuaian," jelas Stefan Arman.

Manajemen Persija juga memberikan permintaan khusus, terutama pada estetika visual.

>>> Kemacetan Lalu Lintas Bikin Aki Mobil Cepat Rusak

"Request ada lah, cuman ya lebih ke arah membuat agar bus ini terlihat aksen-aksennya Persija, baik di luar maupun dalam," tutur Stefan Arman.

Proyek ini menjadi purwarupa ketiga kerja sama Laksana dan Hyundai. Sebelumnya, mereka memproduksi dua unit bus listrik low entry untuk IKN dan satu unit bus VIP Hyundai.

Armada ini harus melewati uji ketahanan bodi dan sasis. "Bus yang kemarin dulu sebelumnya ini, itu kita sudah uji seperti proving ground lah.

Kita sewa area luas gitu di Tangerang. Kemudian bus itu dioperasikan selama tujuh hari.

Dan setiap harinya itu delapan sampai 10 jam disetir," ungkap Stefan Arman.

Pengujian ketat selama seminggu di Tangerang membuktikan performa sasis Hyundai yang digarap karoseri lokal. "Soalnya orang Hyundai ini kan juga sangat concern terhadap safety-nya juga.

>>> Ford F-150 Kehilangan 60.000 Unit, Kini Die Kap Mesin Patah

Jadi mereka benar-benar juga ingin tahu performance-nya seperti apa. Tapi setelah testing, aman," kata Stefan Arman.