Presiden SSC Napoli Aurelio De Laurentiis menolak tawaran akuisisi klub senilai 2 miliar euro atau sekitar Rp35 triliun.

Tawaran tersebut datang dari konsorsium Amerika Serikat pimpinan Matt Rizzetta pada laga terakhir Serie A 2025/2026.

>>> Maarten Paes Bawa Ajax Amsterdam Lolos ke Kualifikasi Eropa

Penolakan didasari prinsip bahwa klub sepak bola membutuhkan pemimpin yang bekerja dengan hati. Bukan sekadar bermodal besar.

Bukan Tawaran Pertama

Ketertarikan investor asing terhadap Napoli bukan hal baru. De Laurentiis mengaku sudah berulang kali menerima proposal bernilai tinggi.

Pada 2017, investor Amerika menawarkan 900 juta dolar. "Saya berterima kasih kepada mereka dan mengatakan perjalanan kami masih panjang," ujar De Laurentiis.

Pada 2021, pihak Arab menawarkan 3,5 miliar dolar untuk membeli Filmauro dan Napoli. "Saya menjawab: 'Lalu saya harus apa?

Pensiun?'" kata De Laurentiis.

Kepemimpinan Berbasis Hati

Bagi De Laurentiis, perhatian investor global wajar mengingat performa impresif Napoli. Namun, ia menegaskan pengelolaan sepak bola mirip industri perfilman yang tidak boleh hanya bertumpu pada uang.

"Yang ingin saya katakan adalah ketertarikan seperti ini normal. Tetapi masalahnya bukan uang, melainkan apakah penerus saya nanti bisa memimpin dengan hati juga," tegas De Laurentiis.

Ia menambahkan kepemimpinan berbasis empati dan perasaan menjadi kunci keberhasilan organisasi. "Ketika membuat film, Anda harus melakukannya dengan hati.

Hal yang sama juga berlaku di sepak bola," sambungnya.

Antonio Conte Akan Hengkang

De Laurentiis juga mengonfirmasi masa depan tim kepelatihan. Ia mendampingi Antonio Conte yang secara resmi akan meletakkan jabatan sebagai pelatih kepala setelah dua musim.

>>> Jadwal Liga Inggris Malam Ini Kosong, Arsenal Juara