"Saya memimpin sebelum mobil berhenti, dan saya menikmati duel melawan Kimi."

"Dari sisi saya, rasanya tidak ada lagi yang bisa saya lakukan lebih baik akhir pekan ini. Jadi saya tetap pulang dengan kepuasan tertentu."

"Tentu saja saya sangat frustrasi dengan apa yang terjadi. Tapi selain itu, apa lagi yang bisa saya lakukan?"

lanjut Russell.

Di sisi lain, manajemen Mercedes sempat memberikan peringatan keras kepada kedua pembalapnya agar tampil lebih rapi karena sempat nyaris bersenggolan di lintasan.

>>> Spurs Tekuk Thunder 103-82, Samakan Kedudukan Final Wilayah Barat 2-2

"Sebagai tim, kami sering mengalami situasi yang terasa pahit sekaligus manis. Kami sangat senang untuk satu pembalap, tetapi juga sangat kecewa untuk pembalap lainnya.

Situasi seperti ini sulit," ungkap Wolff.

Wolff memuji kemenangan Antonelli namun di waktu bersamaan menyayangkan nasib sial yang menimpa Russell.

"Kimi tampil luar biasa hari ini dan memang pantas menang. Sangat disayangkan untuk George karena dia sedang memimpin balapan."

Pimpinan tim Mercedes itu menjelaskan bahwa mereka sebenarnya membiarkan persaingan internal tersebut berjalan selama kedua pembalap tetap menyisakan ruang aman.

"Kami setengah menikmati pertarungan mereka dan berharap bisa finis satu-dua," kata Wolff.

Tim Mercedes terus melakukan pemantauan ketat dari lap ke lap untuk memastikan situasi di lintasan tidak merugikan tim.

"Setiap kali kami mulai berpikir untuk mengatakan, 'cukup sampai di sini', dua lap berikutnya justru kembali cepat."

Wolff memastikan bahwa pihak tim tidak menerapkan team order atau membedakan setelan mesin di antara kedua pembalapnya.

"Selover jaraknya tetap aman, kami masih nyaman melihat pertarungan itu, walaupun semuanya tentu bisa saja berakhir buruk," ujarnya.