"Emosional. Rasanya seperti, sudah 22 tahun.

Dia sudah ada di sini sejak awal. Dia adalah anak Arsenal sejak, apa, mungkin tujuh?

Jadi baginya, hanya Tuhan yang tahu bagaimana perasaannya," kata Rice.

Rice menegaskan bahwa keyakinan untuk meraih trofi bersama skuad asuhan Mikel Arteta sudah ada sejak dirinya memutuskan bergabung dengan tim London Utara.

"Tapi bagi saya, saya sudah di sini tiga tahun dan mengalami tiga kekalahan tipis. Jadi, bisa menang bersama tim ini sekarang, itulah alasan saya datang ke klub ini.

Saya tahu kita akan menang," tegas Rice.

>>> Juventus Kehilangan Kenan Yildiz Jelang Laga Derby della Mole

Penyerang sayap Bukayo Saka mengonfirmasi tindakan unik rekan setimnya yang memilih berjalan mengelilingi lapangan latihan. "Orang ini pasti sudah berlari sekitar 12 putaran di lapangan latihan.

Kami semua menontonnya di TV. Dia tidak bisa menontonnya.

Itu lucu sekali," kata Saka.

Saka juga menceritakan bagaimana seluruh skuad menikmati perayaan juara yang berlanjut hingga ke Stadion Emirates bersama para pendukung setianya.

"Gila, gila. Maaf, suaraku, aku masih berusaha menemukan suaraku," kata Saka.

Saka menambahkan bahwa momen emosional tersebut terasa sangat istimewa hingga membuat mereka melewatkan waktu tidur malam. "Bagiku, aku tidak benar-benar ingin tidur.

Aku tidak butuh tidur," lanjut Saka.

Pujian Arteta untuk Pemilik Klub

Manajer Mikel Arteta melayangkan pujian dan dedikasi kepada jajaran manajemen serta pemilik klub, Stan dan Josh Kroenke. Ia menilai keberanian mereka memberikan kepercayaan penuh kepada dirinya.

"Saya memikirkan betapa beraninya klub ini, terutama pemiliknya, Stan dan Josh, dalam mengambil keputusan itu," kata Arteta seperti dikutip dari situs resmi klub.