Jadi ketika rasa sakit itu muncul kembali setelah operasi saya, maka saya tahu akan sangat sulit untuk melanjutkan karena saya merasakan sakit yang terlalu besar," ujar Axelsen.

Ia mengaku paling bangga dengan konsistensi sepanjang kariernya, termasuk setelah memenangkan medali emas Olimpiade 2020 dan 2024.

"Setelah memenangkan medali emas Olimpiade pertama, saya sebenarnya mulai bermain lebih baik lagi. Jadi saya sangat konsisten dalam latihan dan kehidupan harian saya," katanya.

Kehidupan Pascapensiun

Saat ini, Axelsen menikmati rutinitas baru bersama keluarga, seperti mengantar kedua putrinya ke sekolah atau tempat penitipan anak.

>>> Usyk TKO Verhoeven di Ronde 11, Pertahankan Gelar WBC

Ia tetap berlatih fisik untuk menjaga kebugaran tubuh serta mengembangkan bisnis investasi dan manajemen risiko bersama rekannya.

"Ketika tidak bersama keluarga, saya tetap berlatih untuk menjaga kondisi tubuh," kata Axelsen.

Selain itu, ia menjadi brand ambassador Monitor ERP serta menjalin kemitraan dengan Yonex dan HSBC yang memiliki kesamaan visi dan nilai profesional.

"Saya rasa dengan Monitor ERP, kami memiliki nilai-nilai yang sama dalam hal bagaimana kami menjalani kehidupan profesional kami dan juga kehidupan di luar bisnis dan performa.

Kami suka memperlakukan orang dengan baik, dan kami memperlakukan orang dengan rasa hormat," ujarnya.

Legenda bulu tangkis yang sempat memegang peringkat satu dunia selama 183 minggu ini menegaskan belum memiliki rencana menjadi pelatih, meski akan tetap terlibat di dunia olahraga.

"Saya yakin tetap akan terlibat di olahraga ini dalam beberapa bentuk, tetapi saat ini belum terpikir menjadi pelatih," katanya.

Axelsen menyatakan kunjungan ke Jakarta selalu memberikan kesan mendalam karena antusiasme penggemar bulu tangkis di Indonesia.