Pocong telah menjadi bagian dari folklore Indonesia. Hantu berbalut kain kafan ini kini dikenal bergerak dengan cara melompat.

Namun, belum banyak yang tahu bahwa penggambaran awal pocong berbeda. Dulu, pocong digambarkan bergerak dengan berguling-guling atau berjalan.

>>> Jadwal Program Televisi Senin, 25 Mei 2026 ada Film Bioskop, Kuis, Sinetron dan India di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE serta Link Nonton

Penggambaran Awal Pocong

Pada 1906, buku "Malay Beliefs" karya Richard James Wilkinson menyebut hantu terikat kain kafan bernama kochonk. Karena kaki terikat, kochonk tidak bisa melompat atau berjalan, melainkan berguling.

Pendapat lain datang dari Suwardi Endraswara dalam "Dunia Hantu Orang Jawa" (2004). Ia menyebut pocong sebagai hantu wanita berpakaian putih yang bisa berjalan.

Perubahan Akibat Film

Pertanyaan muncul: mengapa pocong kini melompat? Jawabannya terletak pada industri film.

>>> Harga Emas Antam 24 Mei 2026 Masih Bertahan di Rp 2,77 Juta per Gram

Film "Setan Kuburan" (1975) menjadi titik balik. Film yang dibintangi Benyamin Sueb itu pertama kali menampilkan pocong bergerak lompat.

Menurut Justito Adiprasetio dan Annissa Winda, film tersebut juga memperkuat anggapan bahwa kuburan, pohon, dan tempat alami seperti telaga adalah lokasi favorit pocong.

Sejak itu, penggambaran pocong melompat semakin mengakar. Dalam periode 2000-2020, pocong muncul sebagai hantu utama di 37 film Indonesia.

>>> Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah yang Dilakukan Menjelang Idul Adha 2026? Berikut Jadwal Lengkap dengan Niat Bacaan dan Terjemahannya

Media lain seperti koran, majalah, dan komik turut memperkuat citra ini. Kini, beberapa film mulai menawarkan variasi gerakan pocong, seperti terbang di "Mumun" (2022) atau ngesot.