Ikan sidat asal Indonesia terbukti memiliki kandungan Omega-3 tertinggi di dunia, mengalahkan salmon dan ikan gabus.

Hal ini diungkap oleh Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gadis Sri Haryani.

>>> Keseruan Jogja Run D-City: Bos LPS Ikut Tanding Basket Lawan Densu

"Selama ini, kita selalu mengira salmon yang paling tinggi, ternyata sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi," ujarnya dikutip dari laman resmi BRIN, Minggu (24/5/2026).

Kandungan Gizi Ikan Sidat

Selain Omega-3, ikan sidat juga kaya akan vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, protein, kalori, dan fosfor.

Ikan ini juga mengandung DHA (asam dokosaheksaenoat) yang penting untuk perkembangan dan fungsi otak, serta EPA (asam eikosapentaenoat) yang membantu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan jantung.

Ikan sidat disebut sebagai salah satu sumber daya perikanan dengan potensi ekonomi strategis di Indonesia.

>>> Kementerian PU Percepat Penanganan Banjir dan Longsor di Tanah Datar

Gadis mengingatkan perlunya pendekatan pengelolaan berkelanjutan dan berbasis sains untuk mengurangi eksploitasi berlebih yang mengancam populasi di masa depan.

Siklus Hidup Unik

Ikan sidat memiliki siklus katadromus, yaitu menghabiskan waktu di air tawar lalu menuju perairan laut saat akan bertelur.

"Katadromus artinya dia ketika telur dan menetas di laut menjadi leptocephalus atau larva belut yang unik, memiliki bentuk pipih, transparan, dan seperti daun serta tidak punya kemampuan berenang," jelas Gadis.

>>> Masjid Raya Pekanbaru Latih 400 Pengurus Takmir Standardisasi Sembelih Halal

"Kemudian selama perjalanan dari perairan laut dalam ke estuari atau badan air semi tertutup yang berada di muara sungai, di mana air tawar dari sungai bercampur dengan air laut, dia berubah menjadi sidat kaca atau glass eel," tambahnya.