FC Barcelona Femeni berhasil meraih gelar juara UEFA Women's Champions League setelah mengalahkan Olympique Lyon di final yang digelar di Oslo, Norwegia, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Kemenangan ini menjadi gelar ke-4 bagi klub asal Catalan tersebut dalam enam tahun terakhir.

>>> Girona Degradasi ke Segunda Division Usai Ditahan Imbang Elche 1-1

Keberhasilan ini juga melengkapi ambisi Barcelona untuk menutup musim dengan raihan empat trofi sekaligus.

Kunci Sukses: Akademi La Masia

Klub raksasa Spanyol ini berhasil mengatasi berbagai tantangan finansial internal demi mempertahankan posisi mereka di level tertinggi sepak bola Eropa.

Pembinaan pemain muda melalui akademi La Masia menjadi pilar penting keberhasilan tim dalam menyusun kekuatan skuat utama musim ini.

Gelandang Barcelona, Aitana Bonmati, memuji konsistensi performa tim yang didukung oleh talenta lokal berbakat.

"Ini adalah sesuatu yang sangat istimewa dari tim ini, dari klub ini. Ada orang yang pergi, ada yang datang, tetapi bakat dari rumah tidak pernah pergi.

Itu adalah sesuatu yang mengidentifikasi kami," kata Bonmati.

Mentalitas Juara

Kapten tim, Alexia Putellas, menegaskan kekuatan mental rekan-rekannya yang selalu mampu menjawab kritik di lapangan.

"Kami telah memenangkan segalanya, Anda harus selalu percaya pada tim ini. Ada masa-masa sulit, terutama di awal musim, dengan beberapa keraguan, tetapi kami selalu merespons.

Kami memiliki energi, kami adalah culés. Hari ini terlihat," ujar Putellas.

Penyerang Ewa Pajor, yang mencetak dua gol di final, mengakhiri catatan negatif setelah gagal di lima final Liga Champions sebelumnya.

"Ini adalah hari terbaik dalam hidup saya. Hari ini adalah hari yang sangat istimewa.