Penyerang FC Barcelona, Caroline Graham Hansen, berhasil memenangi trofi UEFA Women's Champions League setelah menundukkan Olympique Lyon di Oslo, Norwegia, pada Sabtu sore waktu setempat.

Kemenangan di laga final yang digelar di kampung halamannya menjadi puncak emosional bagi pesepak bola asal Norwegia itu sepanjang musim ini.

>>> Lazio Taklukkan Pisa 2-1 di Laga Perpisahan Pedro

Graham Hansen merasa sangat emosional karena pertandingan penentu tersebut digelar di tempat ia pertama kali mengenal sepak bola.

"Saya tahu setiap sudut jalan dari hotel ke stadion, saya tahu betul. Saya melewati sekolah saya, rumah saya, restoran favorit saya.

Konferensi pers digelar di lapangan futsal tempat kami bermain setiap musim dingin. Jadi saya berpikir: ini rumah saya, saya besar di sini, dan di sini perjalanan saya dimulai.

Saya sudah banyak bermain sepak bola di sini sepanjang hidup saya," kata Graham Hansen.

Meskipun wajahnya terpampang di berbagai iklan jalanan dan disaksikan langsung oleh puluhan keluarga serta kerabat di stadion, Graham Hansen menegaskan bahwa situasi tersebut tidak menjadi beban.

Ia justru memanfaatkan atmosfer tersebut sebagai motivasi tambahan untuk menghadapi perlawanan ketat Lyon yang sempat menekan Barcelona pada babak pertama.

"Itu tekanan yang baik.

Final selalu istimewa, Anda ingin menang, ingin tampil maksimal, dan saya sangat bangga dengan tim hari ini karena tidak pernah mudah memainkan final dan kami tetap bersatu bahkan ketika Lyon memiliki 'keunggulan' di babak pertama.

Di babak kedua kami tampil berbeda, punya lebih banyak peluang, dan mencetak gol. Terlihat bagaimana kepercayaan diri tim tumbuh, meskipun hari ini kami harus lebih banyak bertahan.