Celtic dan Dunfermline Athletic akan saling berhadapan dalam final Piala Skotlandia di Hampden Park pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00 BST.

Bagi Celtic, laga ini menjadi peluang untuk mengawinkan gelar juara liga dan Piala Skotlandia untuk ke-14 kalinya. Mereka baru saja memastikan trofi Premiership pekan lalu.

>>> Pep Guardiola Ubah Standar Sepak Bola Inggris Menjelang Akhir Era Manchester City

Di sisi lain, Dunfermline Athletic yang bermain di kasta kedua berambisi mengakhiri puasa gelar kompetisi ini selama 58 tahun.

Tim asuhan Neil Lennon, mantan manajer Celtic, siap memberikan kejutan.

Manajer interim Celtic, Martin O'Neill, masih mempertimbangkan komposisi lini serangnya. Callum Osmand tampil memukau saat mengalahkan Hearts 3-1, bersama Kelechi Iheanacho dan Daizen Maeda menjadi opsi utama.

Laga ini bisa menjadi pertandingan terakhir O'Neill bersama Celtic. Ia memuji rekam jejak Lennon sebagai manajer berbahaya di laga penentu.

"Not only did he do brilliantly as a player, but he did fabulously as a manager, his record is quite extraordinary," kata O'Neill seperti dilansir dari BBC.

O'Neill menambahkan bahwa Dunfermline terbukti mampu menemukan jalan keluar untuk menang meski melalui laga sengit di semifinal.

"I think, yes, there's no question he is a dangerous manager to face," ujarnya.

Ia juga menyatakan kesiapan penuh skuatnya yang fokus mengejar trofi setelah euforia juara liga berakhir. "It'll be a big challenge indeed.

Dunfermline have already knocked out three Premiership teams along the way, so they deserve to be here," kata O'Neill dikutip dari beIN Sports.

O'Neill mengungkapkan rasa bangganya karena manajer berpengalaman masih memiliki peran penting di sepak bola modern.