Karena kalau langsung saya shooting pasti kena blok karena refleksnya bagus."

Keberhasilan mengecoh kiper tersebut bukan tanpa alasan, sebab lini serang Persib sudah mempelajari gaya bermain lawan.

Kedua tim sebelumnya sempat bertemu di fase penyisihan grup yang berakhir dengan skor kacamata.

"Itu dari apa? Dari pengalaman main pertama kan kita sebetulnya pas penyisihan ketemu Petrokimia Putra juga.

Soalnya kita satu grup. Kan jadi lebih mengenal.

Pas main pertama itu di penyisihan, hasilnya kosong-kosong kalau enggak salah," tutur Sutiono Lamso.

"Makanya, pas main keduanya baru kita tahu. Oh ini, caranya seperti ini.

Kelemahannya mungkin di sini. Kita coba terus pokoknya."

Seusai gol tercipta, kegembiraan penonton tidak terbendung hingga merangsek masuk ke area sentel ban sebelum laga usai. Aparat keamanan bahkan harus menurunkan personel berkuda untuk menertibkan situasi.

"Waktu saya bikin gol, penonton kayaknya sudah masuk ke dalam lapangan. Saking apa ya, senangnya.

Bobotoh itu, sampai wah, saya juga, sudah itu kan diamankan juga karena pertandingan belum selesai.

Banyak kuda-kuda kalau enggak salah waktu itu, yang di pinggir lapangan untuk mengamankan penonton. Karena di sentel ban penonton sudah banyak waktu itu," ujar Sutiono Lamso.

"Begitu pertandingan selesai, saya sudah enggak bisa apa-apa. Semua masuk ke lapangan.

Saya diangkat. Kaus saya dibuka, diambil.

Celana juga sudah mau diambil. Bahaya kalau celana sampai diambil.

>>> John Herdman Fokus Hadapi Laga Demi Laga di ASEAN Championship 2026

Ya sudah, kaus saja enggak apa-apa," pungkas Sutiono Lamso seraya tertawa.