Kohei Chiashi, chief engineer Lexus ES, mengaku tidak senang dengan dominasi SUV di pasar otomotif global saat ini.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara first-drive untuk generasi terbaru Lexus ES.

>>> Mansory Revuelto Carbonada Damask X: Serat Karbon Berwarna Cokelat yang Kontroversial

Menurut Chiashi, SUV memang menguntungkan dari segi margin keuntungan dan aturan emisi yang lebih longgar berdasarkan tapak kendaraan.

Namun, ia secara pribadi lebih menyukai sedan.

“Bagi saya pribadi, saya suka sedan. Situasi dengan SUV di mana-mana ini adalah sesuatu yang secara pribadi tidak saya sukai,” ujar Chiashi.

Ia menambahkan bahwa timnya sangat bersemangat untuk tidak menyerah pada ES.

>>> Stellantis Hadirkan Sistem Mengemudi Hands-Free Level 2++ pada 2028

Lexus telah kehilangan beberapa model sedan sebelumnya. GS dihentikan pada 2020, sementara LS semakin menjadi ceruk.

Bahkan Lexus sempat mempertimbangkan pengganti minivan enam roda untuk LS.

Di tengah tren itu, Lexus memilih untuk memperluas peran ES secara dramatis. Generasi baru ES kini mendukung powertrain hybrid dan baterai-listrik, serta lebih besar dan lebih luas.

Chiashi menegaskan bahwa Lexus tidak mendekati ES sebagai kompromi atau perpisahan. Fokus tetap pada identitas model: kenyamanan, ruang kabin, dan kemampuan berkendara jarak jauh tanpa usaha.

>>> TRAC Luncurkan Fitur Pick Up Now untuk Sewa Mobil Instan

Menariknya, ES mungkin kini lebih penting dari sebelumnya. Mempertahankannya tampaknya menjadi keputusan yang tepat bagi semua pihak.