Rencana perubahan regulasi mesin Formula 1 untuk musim 2027 memicu polarisasi di antara para produsen mesin.

Pertemuan krusial dijadwalkan berlangsung di Grand Prix Kanada pada Jumat, 22 Mei 2026.

>>> Ayao Komatsu Bantah Rumor Keretakan Hubungan dengan Esteban Ocon

Formula 1 dan FIA sebelumnya sepakat mengubah rasio pembagian daya antara mesin pembakaran internal dan energi listrik.

Perbandingan berubah dari 50-50 menjadi sekitar 60-40 demi mengurangi penurunan kecepatan di trek lurus.

Namun, perubahan tersebut menghadapi tantangan besar. Hanya Mercedes dan Red Bull yang mendukung penerapan segera pada tahun depan.

Sementara itu, pabrikan lain seperti Audi dan Ferrari menyatakan keberatan.

Audi merasa keberatan dari sisi anggaran karena perubahan desain mesin membutuhkan biaya tambahan hingga lebih dari 10 juta dolar AS di tengah pemberlakuan batasan anggaran.

Ferrari mengkhawatirkan dampak perubahan regulasi ini terhadap mekanisme pengejaran performa. Mekanisme itu dikenal sebagai Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) yang bisa menguntungkan rival mereka.

Dukungan dari Pembalap

Pembalap Red Bull Racing Max Verstappen menyambut positif rencana perubahan ini. Ia menilai aturan saat ini mengurangi kenyamanan berkendara dan sempat membuatnya mempertimbangkan masa depan di ajang F1.

"It will make the product better, so that means that I'm happier. And that's what I want.

To be able to continue and perform well," kata Verstappen.

Verstappen menambahkan bahwa dirinya merasa nyaman dengan perkembangan tim saat ini. Ia sangat menantikan kehadiran regulasi baru tersebut.

"For me, I'm happy where I'm at. I see the team really progressing.

And that's also very exciting to see," ujarnya.