Menurut Sassuolo News, ketika Idzes berada di lapangan, Sassuolo kebobolan rata-rata 1,23 gol per pertandingan. Total 42 gol dalam 34 pertandingan.

Tanpa dirinya, rata-rata kebobolan meningkat drastis menjadi 2,33 gol per pertandingan.

Tujuh gol kebobolan hanya dalam tiga pertandingan, termasuk lima gol dalam dua laga terakhir melawan Torino dan Lecce.

Ketidakhadiran Idzes membuat organisasi pertahanan skuad asuhan Fabio Grosso terlihat lebih rapuh. Gaya bermain modern yang ditunjukkan Idzes menjadi kehilangan besar bagi taktik tim dalam beberapa laga terakhir.

Secara keseluruhan, kontribusi Idzes bagi tim promosi ini tergolong besar. Selama diperkuat olehnya, Sassuolo berhasil membukukan 14 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 13 kekalahan.

Catatan tersebut membuat mereka bertahan di Serie A.

Walaupun gawang Sassuolo telah kebobolan 42 kali sepanjang musim ini, kehadiran Idzes berhasil membantu tim mencatatkan delapan pertandingan tanpa kebobolan.

Sebaliknya, ketika Idzes absen dalam tiga pertandingan musim ini, Sassuolo selalu kalah dan kebobolan total enam gol.

Sassuolo News menyebut Idzes bukan hanya bek tengah andalan, tetapi juga pemain paling berpengaruh di skuad Neroverdi.

Permainan membangun serangan yang terampil, timing luar biasa dalam duel udara, kepemimpinan, dan antisipasi menjadi kualitas yang dibawanya.

>>> Kiandra Ramadhipa Targetkan Podium pada Debut MotoJunior 2026 di Barcelona

Di usia 25 tahun, Idzes menikmati salah satu musim terbaiknya di Serie A. Ia mengukuhkan statusnya sebagai bek tengah modern dan lengkap.