Unik! Jepang Uji Terapi Pakai Anime untuk Bantu Penderita Depresi
>>> DNA Rilis Single Baru PAIN, Kolaborasi dengan PARKZ
Namun, Panto menegaskan karakter tersebut tetap dibuat menarik dan menyenangkan agar tidak terasa seperti terapi formal yang berat.
Salah satu peserta berusia 24 tahun mengaku tertarik ikut penelitian setelah membaca deskripsi karakter yang sedang mencari kekuatan sejati.
"Itu membuat saya merasa mungkin saya juga bisa menemukan jawaban untuk masalah saya sendiri," ujarnya.
Penelitian tahap awal ini juga memantau detak jantung dan pola tidur peserta untuk melihat apakah terapi berbasis anime benar-benar efektif mengurangi gejala depresi.
Panto bahkan sedang mempertimbangkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) agar terapi semacam ini nantinya bisa dilakukan tanpa psikolog manusia secara langsung.
Asisten profesor Yokohama City University, Mio Ishii, mengatakan proyek ini muncul karena banyak anak muda Jepang mengalami "ikizurasa," istilah untuk kondisi ketika seseorang merasa sulit menjalani hidup di masyarakat.
"Ada banyak anak muda yang tidak bisa pergi sekolah atau melanjutkan pekerjaan. Kami ingin memberi mereka pilihan baru untuk pulih dari kesulitan mereka," kata Ishii.
Ia menambahkan, stigma mencari bantuan kesehatan mental di Jepang masih sangat tinggi.
Data yang dikutip World Economic Forum menunjukkan hanya 6% warga Jepang yang pernah menggunakan layanan konseling psikologis pada 2022.
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Eropa maupun Amerika Serikat.
Pakar terapi keluarga dari University of Seville, Jesus Maya, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, menilai penggunaan anime dalam terapi bisa sangat membantu.
"Anime dapat mempermudah seseorang mengekspresikan emosi serta membantu komunikasi antara pasien dan terapis," katanya.
Peserta penelitian berusia 24 tahun itu juga mengaku anime memberinya semangat hidup.
>>> 9 WNI Peserta Misi Kemanusiaan Gaza Tiba di Istanbul usai Dibebaskan Israel
"Melihat karakter yang penuh semangat mengejar mimpi mereka membuat saya punya keinginan untuk tetap hidup," ujarnya yang menyukai anime "The End of Evangelion" dan "Girls Band Cry."
Update Terbaru
Switzerland vs Colombia di 16 Besar Piala Dunia 2026
Senin / 06-07-2026, 20:15 WIB
Chase Briscoe Menangkan Balapan NASCAR Cup Series di Chicagoland Speedway
Senin / 06-07-2026, 20:15 WIB
Philadelphia Eagles Siapkan Grup Quarterback untuk Kamp Pelatihan 2026
Senin / 06-07-2026, 20:14 WIB
Hadiah Piala Presiden 2026 Melonjak Jadi Rp6 Miliar
Senin / 06-07-2026, 20:14 WIB
Said Iqbal Respons Penyekapan 3 Karyawan Percetakan: Lawan!
Senin / 06-07-2026, 20:14 WIB
Nadira Mahasiswi Telkom University Ditemukan Usai Hilang Seminggu
Senin / 06-07-2026, 20:14 WIB
Pemakaman Ali Khamenei Dikawal Korps Mohammad Rasulollah, Apa Itu?
Senin / 06-07-2026, 20:14 WIB
FIFA Batalkan Larangan Folarin Balogun, Bisa Tampil Lawan Belgia
Senin / 06-07-2026, 20:13 WIB
7 Manfaat Ampas Teh untuk Tanaman, Termasuk Mengusir Hama
Senin / 06-07-2026, 20:13 WIB
Bobby Nasution Akui Pernah Tegur Bupati Langkat Sebelum OTT KPK
Senin / 06-07-2026, 20:13 WIB
Badai Petir dan Panas Ekstrem Ancam Pantai Teluk dan Texas Timur
Senin / 06-07-2026, 20:08 WIB
Film Sci-Fi Termahal Korea 'Hope' Siap Tayang di Bioskop Setelah Cannes
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Haru dan Bangga, Timnas Cape Verde Disambut Meriah Pulang ke Negaranya
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Hakim Tolak Praperadilan Ketum Kesthuri Tersangka Kuota Haji
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB







