Startup robotika Figure AI menggelar tantangan unik untuk menguji ketangkasan manusia melawan robot humanoid. Kekhawatiran tentang robot yang menggantikan manusia mendorong perusahaan tersebut mengadakan kompetisi.

Perlombaan bertajuk "Man vs. Machine" berlangsung selama 10 jam nonstop. Tugasnya meliputi pendeteksian barcode, pengambilan paket, penyortiran, dan peletakan paket di atas conveyor belt.

>>> AS Investasi Rp 32 Triliun di Sembilan Perusahaan Komputasi Kuantum

Hasil akhir menunjukkan keunggulan pekerja manusia. Anak magang bernama Aime berhasil menyortir 12.924 paket, sementara robot F.

03 hanya mencapai 12.732 paket. Selisihnya 192 paket.

Robot F. 03 sempat memimpin di pertengahan lomba saat Aime mengambil jeda istirahat.

CEO Figure AI, Brett Adcock, mengonfirmasi robot menyalip saat Aime ke kamar mandi.

Setelah kembali, Aime mengejar ketertinggalan dan merebut posisi unggul hingga kompetisi berakhir. Kecepatan rata-rata Aime 2,79 detik per paket, sedangkan robot 2,83 detik per paket.

>>> Tampilan Pertama Jaakko Ohtonen sebagai Yesus di The Resurrection of the Christ

Kondisi fisik menjadi pembeda. Aime mengaku tubuhnya kewalahan, jari-jarinya lecet, dan lengan kirinya sakit akibat gerakan repetitif.

Robot F. 03 tidak merasa lelah dan langsung melanjutkan pekerjaan lintas shift.

Kompetisi ini memicu diskusi tentang integrasi AI di sektor formal.

CEO AI Microsoft, Mustafa Suleyman, memproyeksikan mayoritas pekerjaan berbasis komputer akan digantikan otomasi AI dalam 12-18 bulan ke depan.

>>> Google Tambal 79 Celah Keamanan di Chrome, 14 di Antaranya Kritis

Profesi yang paling rentan meliputi akuntan, pengacara, manajer proyek, dan tenaga pemasar.