Cleveland Cavaliers dihadapkan pada tiga evaluasi taktis menjelang laga Gim 2 Final Wilayah Timur Playoff NBA 2026 melawan New York Knicks di Madison Square Garden pada Kamis waktu setempat.

Pertandingan krusial ini menjadi momentum bagi Cavaliers untuk bangkit setelah kebobolan keunggulan 22 poin pada kuarter keempat di laga sebelumnya.

>>> New York Knicks Catat Comeback Terbesar di Postseason, Kalahkan Cavaliers

Tiga Evaluasi Utama

Pertama, strategi pergantian penjagaan atau switching dari James Harden menjadi sasaran empuk bagi bintang Knicks, Jalen Brunson, pada akhir kuarter keempat dan babak overtime.

Data pelacakan menunjukkan Harden menjadi bek penyaring dalam 24 situasi ball-screen untuk Brunson pada laga Selasa lalu.

Kedua, kehadiran Landry Shamet di kubu Knicks yang menggantikan Josh Hart pada sisa laga.

Statistik mencatat Knicks hanya mengemas 28 poin dari 35 penguasaan bola saat lima pemain starter berada di lapangan, namun melonjak drastis menjadi 44 poin dari 25 penguasaan bola ketika Shamet bermain bersama empat starter lainnya.

Ketiga, efektivitas tembakan Cavaliers sebenarnya lebih unggul secara kualitas posisi dengan nilai ekspektasi eFG sebesar 54,9 persen dibandingkan Knicks yang hanya 50,8 persen.

>>> Carlos Miguel Bela Kualitas Palmeiras Usai Kalah dari Cerro Porteno

Cavaliers mencatatkan 16 kali percobaan tembakan tiga angka dari sudut lapangan yang merupakan catatan tertinggi mereka sepanjang fase playoff musim ini.

Kondisi pertahanan Cavaliers semakin rumit karena Knicks mencetak 1,39 poin per peluang saat momentum tersebut terjadi.

New York Knicks bahkan mencatatkan efisiensi luar biasa sebesar 1,61 poin per peluang ketika aksi ball-screen langsung berujung pada tembakan, turnover, atau pelanggaran.

Pelatih Cavaliers sempat mencoba penyesuaian setelah Knicks mencetak angka dalam delapan penguasaan bola berturut-turut.

>>> Obsesi Catur Online dan Begadang Antar Emery Juara Liga Europa

Sam Merrill diinstruksikan untuk melakukan strategi "ice" pada screen guna mencegah Brunson memanfaatkan celah tersebut, sementara Harden turun ke belakang untuk memperlambat laju tusukan.