>>> Eliano Reijnders Dapat Dukungan Kakaknya Jelang Laga Penentu Juara Persib

“Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama,” lanjut mereka.

Melalui arahan dan koordinasi yang matang, manajemen optimis bahwa antusiasme besar para pendukung setia dapat diarahkan untuk menciptakan situasi pertandingan yang aman.

“Persipura percaya bahwa para pendukung memiliki kecintaan dan semangat yang besar terhadap klub ini.

Dengan arahan yang tepat, koordinasi yang lebih baik, serta rasa tanggung jawab bersama, kami percaya kita dapat menciptakan atmosfer sepak bola yang lebih sehat, aman, tertib, dan disiplin,” tulis Persipura lagi.

Selain fokus pada pembinaan internal, manajemen Mutiara Hitam juga mengharapkan peran aktif dari PSSI selaku induk organisasi untuk mendampingi klub-klub dalam mengedukasi suporter.

Sinergi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui program kerja nyata seperti lokakarya bersama, pengawasan berkala, serta ruang diskusi rutin antara federasi, klub, dan pendukung.

“Sebagai bagian dari solusi ke depan, kami juga berharap PSSI dapat bersama-sama dengan klub melakukan pengawasan, pendampingan, serta program sosialisasi yang lebih aktif kepada suporter dan penonton secara umum,” tulis Persipura.

“Kami percaya pendekatan kolaboratif seperti workshop bersama, edukasi rutin, forum komunikasi, dan pembinaan langsung kepada komunitas suporter dapat menjadi langkah positif dalam membangun budaya sepak bola Indonesia yang lebih dewasa dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Pada bagian akhir rilis resminya, pihak Persipura berharap peristiwa di Stadion Lukas Enembe ini bisa menjadi bahan evaluasi mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan sepak bola tanah air.

>>> Nova Arianto Tanggapi Penghapusan Regulasi Pemain U-23 di BRI Super League 2026/2027

“Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak, klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan, agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan,” tutup pernyataan tersebut.