Deteksi dini sangat membantu dan saya sangat bersyukur bisa mengatakan bahwa saya sehat hari ini," tuturnya.

Kanker keduanya berhasil terdeteksi setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Ia juga memberikan pesan penguat bagi para pejuang kanker agar tidak mengabaikan kesehatan.

"Ada begitu banyak orang yang menganggap kanker sebagai bagian dari hidup mereka, dan saya paham; Anda hanya ingin melanjutkan hidup dan melupakannya atau menepikannya.

Namun, pemeriksaan itu sangat penting," katanya.

"Ini bisa menakutkan dan memicu trauma, tetapi harap ingat betapa vitalnya hal itu-dan carilah bantuan jika Anda membutuhkannya, Anda tidak sendirian."

Perjuangan Pertama Melawan Kanker

Kylie Minogue pertama kali didiagnosis kanker payudara pada Mei 2005 saat berusia 36 tahun.

Kondisi itu memaksanya membatalkan sisa tur Showgirl dan mundur dari panggung utama festival Glastonbury demi menjalani pengobatan intensif di Melbourne.

Kala itu, dukungan mengalir deras dari figur publik seperti Elton John, sesama musisi penyintas Delta Goodrem, hingga Perdana Menteri Australia John Howard.

Namun, ia juga harus menghadapi kejaran media yang sangat agresif.

Situasi tersebut sampai memicu Steve Bracks, Premier negara bagian Victoria saat itu, untuk memperingatkan jurnalis dan paparazzi mengenai undang-undang pelecehan dan privasi rekam medis.

Setelah dinyatakan bersih dari kanker, Minogue sempat membagikan fakta mengejutkan pada 2008 bahwa ia awalnya sempat salah diagnosis di awal pemeriksaan.

Pasca-kesembuhan pertamanya, Minogue bangkit lewat album X (2007) yang mencetak tiga hit Top 10 di Inggris melalui lagu "2 Hearts", "Wow", dan "In My Arms".

>>> Jeff Bezos: Investasi Besar AI Justru Dorong Kemajuan Teknologi

Ia juga sukses membayar tuntas kesempatannya tampil di festival Glastonbury pada 2019 yang menuai pujian luar biasa dari kritikus.