DPR Usulkan Badan Independen Atur Penayangan Film Bioskop

Komisi VII DPR RI mengusulkan pembentukan badan independen yang berwenang mengatur penayangan film di bioskop.
Usulan ini bertujuan menjamin keadilan distribusi bagi seluruh film nasional yang layak tonton.
>>> Grab Indonesia Tutup Program Langganan Akses Hemat bagi Mitra GrabBike
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menyampaikan usulan tersebut saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
Lamhot menilai regulasi penayangan yang berkeadilan sangat penting agar penonton menjadi penentu utama kesuksesan sebuah film.
Ia menolak pembatasan kuota layar bioskop yang tidak transparan.
"Sehingga, saya sepakat biarlah penonton itu yang menentukan. Jangan dong dibatasi ada yang dapat limited screen, dapat 10, 20 (layar).
Nah, apa dasarnya menentukan itu, kan kita juga enggak tahu," kata Lamhot.
Lembaga independen baru ini direncanakan berada di bawah naungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.
Kehadiran badan ini diharapkan mampu memberikan kesempatan yang setara bagi film-film produksi daerah untuk tayang di bioskop layar lebar.
>>> Cove Luncurkan Lima Fitur Aplikasi Baru untuk Interaksi Sosial
Langkah penataan distribusi penayangan tersebut dipandang krusial dalam mendorong ekosistem dan perkembangan usaha produksi perfilman di berbagai daerah.
Melalui Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional, parlemen berkomitmen mendorong penambahan jumlah bioskop serta memperluas akses layar bagi karya sineas daerah.
"Karena yang mau kita kejar adalah bagaimana keadilan itu yang pada akhirnya berdampak terhadap bangsa dan negara. Itu yang mau kita coba terobos," kata Lamhot.
Sektor perfilman nasional juga dipandang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar bagi negara.
Pihak kementerian terkait terus menekankan peran strategis industri layar lebar ini terhadap pertumbuhan finansial.
"Karena, Kementerian Ekonomi Kreatif selalu mengatakan bahwa perfilman ini adalah sebagai instrumen ekonomi baru. Perputaran uang di sini sangat luar biasa," ia menambahkan.
Guna mendukung pertumbuhan industri tersebut, pihak rumah produksi juga didorong untuk terus meningkatkan volume pembuatan film.
>>> Terpujilah GURU Telkomsel: 1.000 Guru Ditingkatkan Levelnya
Fokus muatan produksi diarahkan pada konten edukasi, promosi kebudayaan, sektor pariwisata, serta pengenalan produk-produk lokal.
Update Terbaru
Rahasia Intelijen Rilis Single Baru 'Suci Tanah Pembantaian' dengan Winky Wiryawan
Kamis / 21-05-2026, 04:24 WIB
Raisa Debut di Pagelaran Sabang Merauke 2026, Siap Tampil di Indonesia Arena
Kamis / 21-05-2026, 04:23 WIB
Damian McCarthy Rilis Film Horor Hokum, Tayang 22 Mei 2026
Kamis / 21-05-2026, 04:23 WIB
Pesulap Merah Bongkar Dugaan Praktik Pesugihan di Keraton Gunung Kawi
Kamis / 21-05-2026, 04:23 WIB
Drake Cetak Rekor Streaming Global Lewat Tiga Album Baru
Kamis / 21-05-2026, 04:18 WIB
Stellantis dan JLR Jajaki Kerja Sama Kembangkan Mobil di AS
Kamis / 21-05-2026, 04:18 WIB
Volkswagen Scirocco GT II 1992 dengan Kilometer Rendah Dilelang
Kamis / 21-05-2026, 04:18 WIB
KGM Torres Facelift Hadir dengan Kabin Baru dan Harga Mulai Rp 300 Jutaan
Kamis / 21-05-2026, 04:18 WIB
Ford Recall 16.200 Bronco karena Atap Bisa Retak dan Terbang
Kamis / 21-05-2026, 04:18 WIB
Ram Rumble Bee SRT 777 HP: Lebih Cepat dari BMW M3 ke 60 mph
Kamis / 21-05-2026, 04:13 WIB
Xiaomi YU7 GT Rebut Rekor SUV Tercepat di Nurburgring dari Audi
Kamis / 21-05-2026, 04:13 WIB
Bos Ram Tahu 'Keyboard Warriors' Akan Mengeluh soal Fitur Rumble Bee Ini
Kamis / 21-05-2026, 04:13 WIB
AMG GT 4-Door EV Tiru Suara V8 dengan 1.600 Sampel Audio
Kamis / 21-05-2026, 04:13 WIB
Nissan Konfirmasi GT-R Hybrid, Bukan EV Murni
Kamis / 21-05-2026, 04:11 WIB






