Rencana Pengembangan

Komputer mini ini saat ini mengandalkan daya penuh dari baterai bawaan.

>>> Google Luncurkan Daily Brief, Asisten AI untuk Atur Jadwal Harian

Krauseler setuju dengan opini netizen yang mengategorikan perangkat ini sebagai untethered, bukan self-powered, karena belum bisa memproduksi daya sendiri.

Beberapa rencana ambisius telah disiapkan untuk menyempurnakan purwarupa ini.

Rencana pembaruan meliputi penambahan pin GPIO, slot memori microSD, port USB-C tanpa cangkang, dan fitur pengisian daya nirkabel.

Sistem wireless charging dinilai menjadi solusi tepat untuk menghilangkan kelemahan fisik port konvensional.

Fitur ini krusial agar perangkat aman saat disimpan di dompet, meski menduduki komputer ini tetap tidak aman.

Krauseler mengerjakan proyek ini selama berbulan-bulan dengan berbagai uji coba dan kompromi teknis dalam tata letak komponen.

Meskipun prototipe yang dihasilkan masih terlihat ringkih, sistem perangkat keras tersebut terbukti dapat beroperasi dengan baik.

Perangkat mikro ini ditenagai oleh System on Chip (SoC) ESP32-C3FH4 yang sudah terintegrasi dengan Wi-Fi dan Bluetooth LE.

Komponen pendukung lainnya meliputi modul baca atau tulis NFC, layar e-paper 1,54 inci beresolusi 200 x 200 piksel, sensor akselerometer, serta baterai LiPo ultra-tipis yang dilengkapi sirkuit manajemen daya terpadu.

Krauseler mengakui bahwa penyebutan nama komputer pada karyanya mungkin terdengar berlebihan, walau susunan chip tersebut memenuhi definisi perangkat komputasi.

>>> Kebiasaan Membiarkan Charger Menempel di Stop Kontak Picu Risiko Keamanan

Unit ini tidak dibuat untuk menggantikan fungsi laptop maupun papan mikrokontroler standar.