Manajemen IK Sirius melayangkan kritik tajam kepada Federasi Sepak Bola Swedia dan Komite Disiplin terkait sanksi larangan bertanding yang dijatuhkan kepada kapten tim, Henrik Rönnlöf Castegren.

Sanksi tersebut dijatuhkan menjelang laga kontra Djurgardens IF pada Senin, 18 Mei 2026.

>>> Djurgardens IF Kalahkan IK Sirius, Hentikan Rekor Tak Terkalahkan

Klub pemuncak klasemen Allsvenskan itu merasa dirugikan karena proses hukum dan komunikasi dari otoritas sepak bola dinilai lambat.

Hal ini dinilai mengganggu persiapan tim dalam mempertahankan posisi di puncak liga.

Kronologi Sanksi

Komite Disiplin Svenska Fotbollförbundet menjatuhkan sanksi larangan bermain dalam dua pertandingan kepada Castegren.

Sanksi itu akibat gestur tidak senonoh saat Sirius menang 3-2 di markas Malmö FF pada 23 April, berdasarkan aduan dari riksombud Jing Xu.

Sirius kemudian mengajukan banding dan meminta penundaan pelaksanaan sanksi (inhibition) kepada Komite Olahraga Nasional (Rin).

Permohonan tersebut akhirnya resmi ditolak.

Kepala tim putra Sirius, Jonathan Ederström, menyatakan kekecewaannya terhadap ketidakpastian yang dihadapi tim.

Ia menilai respons lamban dari pihak berwenang sebelum kepastian penolakan banding tersebut keluar.

Ederström juga menyoroti bahwa pihak pelapor awalnya mengindikasikan hukuman maksimal hanya berupa denda.

Namun, sanksi yang dijatuhkan justru larangan bertanding yang langsung berlaku sebelum tenggat waktu banding habis.

>>> Asosiasi Sepak Bola Swedia Tunda Laga Djurgarden vs Sirius

Ia menambahkan bahwa hukuman tersebut sangat tidak proporsional jika melihat preseden yang ada sebelumnya.

Rin menegaskan bahwa tidak ada alasan kuat untuk menunda pelaksanaan keputusan Komite Disiplin.

Akibat keputusan tersebut, Castegren terpaksa absen saat Sirius menghadapi Djurgardens IF.

Dalam laga itu, penyerang Robbie Ure sempat mencetak gol pada menit ke-42 untuk membawa Sirius unggul 2-1.