Meskipun mencatat 115 keterlibatan gol bersama Liverpool dengan rincian 23 gol dan 92 assist dari 354 laga, Durham menganggap statistik itu mempertegas kelemahan bertahan sang pemain.

"Tanpa Jordan Henderson yang menutup kekurangannya di Liverpool dari pekan ke pekan, sekarang dia jadi beban; kelemahan besar di Madrid," ujarnya.

Kelemahan dalam bertahan itu terlihat jelas saat Real Madrid menghadapi Bayern Munchen.

>>> Badai Cedera Landa Galatasaray di Laga Pamungkas Liga Super Turki

"Dia benar-benar hanya berdiri dan melihat Harry Kane melepaskan diri di kotak penalti dan mencetak gol," cetus Durham.

Durham menyatakan bahwa ingatan publik terhadap Alexander-Arnold selalu tertuju pada kontribusi ofensif, seperti assist untuk Kylian Mbappe serta umpan krusial lainnya, bukan karena kemampuan bertahannya.

"Trent sekarang 27 tahun. Momen terbaiknya selalu saat menyerang."

Menurutnya, tidak ada catatan istimewa mengenai rekam jejak tekel atau aksi bertahan dari pemain asal Inggris tersebut.

"Tidak ada yang mengingat aksi bertahan hebat atau tekel luar biasa dari Trent Alexander-Arnold, karena memang tidak ada," tegasnya.

Durham juga mempertanyakan sistem pembinaan pemain muda di Inggris yang dianggapnya tidak mampu memaksimalkan bakat besar sang pemain.

"Dengan talenta sebesar itu, bagaimana bisa dia diputuskan menjadi bek kanan?" ujarnya.

Ia kemudian membandingkan situasi tersebut dengan pengelolaan pemain muda di kompetisi Spanyol. "Bayangkan ada pemain seperti Lamine Yamal di sayap, lalu dipindahkan ke bek kanan.

Itu tidak akan pernah terjadi," katanya.

Sementara itu, pada pertandingan lain, Atletico Madrid dipastikan lolos ke semifinal Liga Champions setelah menang agregat 3-2 atas Barcelona.

Kiper Atletico Madrid Juan Musso membantah tudingan Raphinha mengenai adanya "pencurian" hasil pertandingan dan menegaskan kemenangan tersebut diraih secara sah di lapangan.

Karier internasional Alexander-Arnold di Timnas Inggris juga meredup. Ia tidak lagi dipanggil oleh pelatih Thomas Tuchel sejak pertengahan tahun 2025.

Durham menegaskan bahwa dengan talenta sebesar itu, seharusnya Alexander-Arnold tidak diputuskan menjadi bek kanan.

>>> Susunan Pemain Lille vs Auxerre Resmi Dirilis

Ia membandingkan situasi tersebut dengan pengelolaan pemain muda di Spanyol, di mana pemain seperti Lamine Yamal tidak akan pernah dipindahkan ke posisi bek kanan.